0

Ini Tips Mudah Terhindar dari Tes Antigen dan PCR Pakai Stik Bekas

Penulis: laylanura
Ini Tips Mudah Terhindar dari Tes Antigen dan PCR Pakai Stik Bekas

TRIBUNJUALBELI.COM - Terjadinya kasus petugas kesehatan lakukan tes antigen dan PCR pakai alat bekas jadi perbincangan publik.

Praktik daur ulang stik swab antigen yang digunakan di Bandara Internasional Kualanamu dilakukan sejak Desember 2020.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (30/4/2021), Kapolda Sumut menyebutkan, dalam sehari ada 100-200 orang yang menjalani tes usap antigen untuk perjalanan udara.

Para pelaku memproduksi dan mendaur ulang stik untuk swab antigen.

Lantas, bagaimana cara mengidentifikasi alat swab baru?

BACA JUGA : Supaya Tidak Dibohongi Petugas, Ini Cara Mengetahui Alat Rapid Antigen Baru atau Bekas

BACA JUGA : Begini Cara Menghitung Masa Berlaku Tes Rapid Antigen untuk Syarat Perjalanan Kereta

Salah satu hal yang pasti harus dilakukan adalah, harus pastikan alat swab yang akan digunakan, baik antigen maupun PCR, masih berada di dalam kemasan dan tersegel.

Kamu dapat meminta petugas swab untuk memperlihatkan bahwa alat swab masih baru di dalam kemasan dan saat dibuka pasien (orang yang akan diswab) melihatnya.

"Anda bisa mencurigai jika tidak melihat alat swab dibuka dari tempatnya di depan Anda," kata dr Hadian Widyatmojo, Sp.PK, Ahli Patologi Klinik Laboratorium Primaya Hospital Karawang.

Semua alat swab yang sudah digunakan tidak dapat kembali.

Sebab, alat swab merupakan alat sekali pakai dan harus dibuang setelah digunakan.


Jika alat swab bekas digunakan, ini akan sanagt berisiko pada kesehatan dan penyebaran infeksi virus Covid-19 kepada pasien lainnya.

Inilah kenapa sebagai pasien atau pengguna swab, kita harus benar-benar memastikan bahwa alat swab masih baru.

"Pastikan alat swab tersebut masih baru dan perhatikan perlekatan kemasannya harus dalam keadaan sempurna seperti dari pabrik (bukan memakai lem atau double tape)," ujar dr. Selvi Josten, Sp.PK, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Makassar.

BACA JUGA : Selain Putar Balik, Sanksi Berat Menanti Bagi Pemudik yang Nekat Mudik Tanggal 6 - 17 Mei 2021

BACA JUGA : Meski Dilarang Ketua Satgas Covid-19, 8 Daerah Ini Bebas Mudik Lokal pada 6-17 Mei 2021

Selain alat swab masih tersegel di dalam kemasan, cara lain untuk mengidentifikasi apakah alat swab tersebut baru juga bisa menggunakan cara ini.

  • Permukaan swab stik berwarna putih bersih
  • Permukaan swab stik mulus atau tidak bergerigi
  • Alat swab tidak beraroma
  • Ketahui tanggal kadaluarsa

Dokter Hadian mengatakan, selama pengambilanya betul dan aman serta menggunakan alat yang direkomendasi dan memiliki izin edar, maka hasil pemeriksaan swab tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

Masyarakat bisa menanyakan izin edar tersebut pada fasilitas kesehatan (faskes) terkait merek atau tanggal kadaluarsa alat yang digunakan.


“Kadarluasa alat swab antar merek pun berbeda beda. Umumnya sebuah alat swab bisa bertahan bertahun-tahun dari masa produksinya,” ujar dr. Hadian.

Selama pemeriksaan swab antigen atau PCR dilakukan oleh petugas yang telah terlatih, maka hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan karena para petugas telah memiliki sertifikat pelatihan.

Keakuratan hasil dapat diperoleh dari laboratorium yang terstandarisasi serta didukung oleh tenaga terampil dan terlatih.

Disamping itu, terdapat Dokter Spesialis Patologi Klinik sebagai penanggung jawab hasil pemeriksaan swab, baik antigen maupun PCR.

“Penggunaan alat swab harus dilakukan oleh tenaga terlatih dari laboratorium yang terstandar. Terdapat teknik dan perlakuan khusus mulai saat persiapan, pemeriksaan, hingga pengelolaan limbah infeksius,” ujar dr. Selvi.

Penggunaan alat swab yang tepat yaitu dengan cara memasukkan ke rongga hidung sampai batas nasopharings, ke rongga mulut sampai batas oropharings, lalu diusap bolak balik dengan stik swab.

“Penggunaan alat swab yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi berbahaya termasuk perdarahan hidung,” ujar dr. Hadian.

Sebagai catatan, masyarakat umum tidak diperkenankan untuk membeli alat swab sendiri karena penggunaan alat swab harus dilakukan dan dalam pengawasan tenaga medis ahli.

Artikel ini telah tayang di Idea.grid.id dengan judul "Ini Cara agar Terhindar dari Pemeriksaan PCR dengan Stik Daur Ulang"