TRIBUNJUALBELI.COM - Gejala malaria bisa membahayakan jika tidak ditangani dengan tepat.
Malaria sendiri merupakan infeksi umum di daerah tropis yang panas.
Sangat jarang, itu juga bisa terjadi di daerah beriklim sedang.
Malaria dapat menyebabkan penyakit ringan pada beberapa orang dan penyakit yang mengancam jiwa pada orang lain.
Pengobatan yang tepat dapat menyembuhkan penyakit malaria.
Melansir dari kidshealth.org via Grid Health dalam artikel 'Malaria', malaria disebabkan oleh parasit yang dibawa oleh nyamuk.
Serangga mengambil parasit dengan menggigit seseorang yang sudah menderita penyakit tersebut.
BACA JUGA : Gejala Batu Ginjal yang Tidak Boleh Diabaikan, Sakit Punggung Salah Satunya
BACA JUGA : Begini Cara Memulihkan Stamina setelah Sakit, Jangan Lupa Minum Banyak Air Putih
Malaria kemudian ditularkan ke orang lain ketika nyamuk menggigit mereka.
Jarang, malaria dapat menular dari orang ke orang (dari ibu ke anak melalui "malaria bawaan"), atau melalui transfusi darah, donor organ, atau jarum suntik bersama.
Gejala awal malaria dapat berupa mudah tersinggung dan mengantuk, dengan nafsu makan yang buruk dan kesulitan tidur.
Gejala ini biasanya diikuti dengan menggigil, lalu demam dengan napas cepat.
Demam dapat meningkat secara bertahap selama 1 hingga 2 hari atau melonjak sangat tiba-tiba hingga 105° F (40,6° C) atau lebih tinggi.
Kemudian, saat demam berakhir dan suhu tubuh orang tersebut dengan cepat kembali normal, ada kondisi dimana kita berkeringat yang intens.
Pola gejala yang sama (menggigil, demam, berkeringat) dapat berulang setiap 2 atau 3 hari, tergantung parasit malaria mana yang menyebabkan infeksi.
Gejala lain termasuk sakit kepala, mual, pegal dan nyeri di sekujur tubuh (terutama punggung dan perut), dan terdeteksi limpa membesar.
Jika malaria menyerang otak, seseorang mungkin mengalami kejang atau kehilangan kesadaran.
BACA JUGA : Kamu Punya Sakit Maag? Yuk Konsumsi 4 Buah Ini, Dapat Menyehatkan Lambung
BACA JUGA : 3 Penyebab Sakit Kepala Sepanjang Hari saat Berpuasa
Ginjal juga dapat terpengaruh dalam beberapa kasus.
Malaria juga berkaitan dengan kekurangan gula yaitu hipoglikemia.
Selain itu penyakit ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan cairan karena pendarahan sampai dehidrasi.
Jika menginfeksi ibu hamil, malaria akan menjadi parah.
Menurut dr. H. I. Firmansyah , SH, MH, Sp. PD, KPTI, FINASIM, yang dikutip dari tribunnews.com, malaria akan menjadi parah infeksinya jika menyerang ibu hamil, penderita HIV, dan malnutrisi.
Karenanya jika mereka terinfeksi malaria, maka akan ditangani dengan prosedur khusus.
Untuk diketahui, ibu hamil yang terinfeksi malaria akan akan mengalami gejala lebih berat. Begitu pula pada bayi atau anak-anak.
"Hal ini dikarenakan orang-orang yang masuk dalam kategori tersebut mudah sekali terkena dehidrasi. Sehingga kondisi menyebabkan kelainan pada fungsi organ dan fisik," katanya dalam live streaming Radio Kesehatan, Rabu (28/4/2021).(*)
Artikel ini telah tayang di laman Grid Health dengan judul Infeksi Malaria akan Menjadi Parah dan Gawat Jika Menyerang 3 Orang Berikut Ini, Termasuk Ibu Hamil