TRIBUNJUALBELI.COM - Tahun berganti tahun, Yamaha Scorpio seken atau bekas tetap banyak peminatnya.
Penting diketahui juga kalau motor sport Yamaha 225cc itu punya 4 penyakit yang wajib dikenali dengan baik.
Selain nyaman dipakai harian, Yamaha Scorpio juga banyak diincar buat dijadikan bahan kustom seperti Japstyle, Bratstyle dan lain lain.
Gaya apa pun yang diaplikasi, Yamaha Scorpio tetap bisa tampil menawan dan matap jiwa.
"Buat yang 2019 ini ada rencana mencari Yamaha Scorpio seken, 4 penyakit ini harus diwaspadai biar nggak kecewa" buka Benny Ilham, Owner VB Motor di Cilodong, Depok, Jawa Barat.
BACA JUGA : Pertama Kali Dipasarkan Tahun 2002, Ini 4 Alasan Kenapa Yamaha Scorpio Kembali Diburu
BACA JUGA : 3 Pilihan Motor Sport Bekas di Beberapa Wilayah, Cek Harga Honda, Kawasaki dan Yamaha
Meski sudah tidak lagi diproduksi, Yamaha Scorpio tetap banyak yang cari semata karena nyaman dipakai harian.
Jadi, nggak ada salahnya mengenali betul penyakit Yamaha Scorpio yang sering dialami langsung oleh para pemiliknya.
SHOCKBREAKER
Monoshock dari Yamaha Scorpio sering kali bermasalah.
Terutama dibagian sil olinya.
Dikarenakan Yamaha Scorpio sangat terkenal dengan monoshock yang sangat empuk sekali.
Jika berboncengan Yamaha Scorpio yang tadinya tinggi gagah menjadi ambles.
KAKI-KAKI
Kaki-kaki paling rentan kena serangan.
Terutama di bagian arm relay dan connecting rod (conrod) dan bosh arm, tambahnya.
"Arm relay dan connecting rod standar bikin Yamaha Scorpio jadi ambles," tambah Benny.
"Makanya kami bikin arm relay dan conroad dengan dimensi lebih besar dari standar, ketika dipakai jalan atau boncengan nggak ambles," terang Benny lebih lanjut.
VAKUM KARBURATOR
Urusan pengabu bahan bakar, Yamaha Scorpio masih dibekali karburator dengan karet vakum, berbeda dari jenis skep, karburator vakum rentan jebol.
Akibatnya, tarikan Yamaha Scorpio terasa lemot.
Palingan karet vakum bocor, meski cuma karet vakum harganya lumayan bikin kanton jebol, lho.
"Karet vakum orisinal itu Rp 700 ribu, sedangkan karburator satu set Rp 1,3 juta," tambahnya.
Solusi yang biasa diambil pemilik Yamaha Scorpio umumnya adalah bisa pakai karburator aftermarket .
"Alternatif murah dan bagus ya ganti karburator PE28," tambahnya.
KOPLING
Selanjutnya, penyakit yang harus diperhatikan adalah kopling.
Ciri-cirinya saat dibetot, Yamaha Scorpio bukannya ngacir langsung tapi malah hanya raungan mesin.
"Kopling cepat lemas dan lemot saat ditarik, solusinya pilih oli yang punya kemampuan melepas panas baik," saran Benny.
OVERHEAT
Meski nggak semua terjadi di Yamaha Scorpio, tapi penyakitoverheat atau panas berlebih di mesin patut diwaspadai.
Konstruksi mesin Yamaha Scorpio yang jadi penyebabnya.
"Bayangkan saja, mesin Yamaha Scorpio yang gede, dengan seher 70 tapi enggak ada sistem pendinginan mumpuni macam radiator atau oil cooler," heran Benny Ilham.
"Makanya, bahaya kalau sampai salah pilih oli, yang ada malah overheat bisa," tegas Benny. (*)