0

Dibalik Dosa Besar Avanza dan Beragam MPV 'Pembunuhnya', Dari Wuling Hingga Mitsubishi Expander!

Penulis: Rosiana
Dibalik Dosa Besar Avanza dan Beragam MPV 'Pembunuhnya', Dari Wuling Hingga Mitsubishi Expander!

TRIBUNJUALBELI.COM – Diksi pembunuh, akhir-akhir ini gentayangan di seputar berita otomotif nasional. 

Kata ini seolah menjadi favorit buat media menciptakan rivalitas seimbang yang terjadi pada pasar mobil multi guna level bawah alias low multi purpose vehicle ( LMPV) tujuh penumpang.

Maklum saja, segmen mobil ini merupakan yang terlaris setidaknya dalam satu dekade lebih di seluruh Indonesia.

Baca : Deretan Car Audio Yang Akan Membuat Mobilmu Semakin Menggelegar!

Segmen LMPV tercipta karena lahirnya “duet maut” Avanza-Xenia, produk hasil kolaborasi antara PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Astra Motor (TAM), meluncur November 2003.

Proyek ini merupakan jawaban pascakrisis moneter yang menjangkit Indonesia pada 1998-1999. 

Avanza dan Xenia memang unik, bak pinang dibelah dua. Avanza itu memang buatan Daihatsu, tetapi dipasarkan dengan merek Toyota, dengan diferensial tertentu pastinya.

Singkatnya, Avanza dan Xenia itu saudara kembar, serupa tapi tak sama.

Nah, meskipun kembar, sepertinya Avanza punya hasil panen yang lebih subur ketimbang sibling-nya, Xenia.

Tahun keemasan Avanza terjadi pada 2013, di mana Toyota berhasil menjual sampai 213.458 unit.

kemudian tercipatalah jargon, “ mobil sejuta umat”, kemudian dimodifikasi oleh pewarta menjadi istilah dianggap lebih tepat, “MPV Sejuta Umat.”


MPV Pembunuh Pertama

Tantangan pertama, Avanza-Xenia, datang dari Suzuki yang pernah menguasai pasar mobil nasional di era 1980-an di bawah naungan Grup Indomobil.

Sejak era ini dimulai jargon lain yang diciptakan para pewarta, yakni “ MPV Sejuta Umat Pembunuh Avanza”.

Kelahiran Ertiga sempat membuat Toyota Avanza sebagai pemimpin pasar menyusun strategi menjaga para calon konsumennya. 

Pada tahun pertama pemasarannya, Suzuki mampu menjual 34.074 unit Ertiga. Sedangkan, Toyota menjual 192.146 unit Avanza.

Setahun kemudian (2013), Suzuki mulai berlari mendongkrak penjualan Ertiga hingga 63.318 unit. 

Ertiga mampu menggoyang dominasi sang saudara kembar, Daihatsu Xenia. pada 2014, Ertiga mampu menggeser Xenia dari peringkat mobil terlaris kedua di Indonesia, dengan torehan 47.015 unit, sedangkan Daihatsu 46.710 unit.

MPV Pembunuh Terbaru

Model yang pertama cukup sensasional, Wuling Confero S, merupakan andalan dari perusahaan konsorsium antara SAIC, GM, dan Wuling dari China dan membentuk PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors).

Baca : Harga Promo Mobil wuling Yang Bakalan Bikin Ngiler!

Raksasa otomotif asal China ini tak main-main masuk ke Indonesia, membawa investasi sampai 700 juta dollar AS.


Dana itu digunakan untuk langsung membangun pabrik baru di Karawang, berkapasitas 120.000 unit per tahun.

Model pertama yang diproduksi, Confero S, lagi-lagi didapuk sebagai MPV Sejuta Umat Pembunuh Avanza.  

Mobil ini juga punya kelebihan, salah satu yang utama adalah, harganya yang kompetitif, jauh di bawah Avanza yang sudah dianggap tidak murah lagi.

Selain itu, Confero S juga satu-satunya model yang menggunakan sistem penggerak belakang (rear wheel drive), kelebihan yang selama ini digaungkan Avanza ketika rombongan MPV Sejuta Umat Pembunuh dari merek lain mulai mengancam.

Produk kedua, tak kalah sensasional, datang dari pemain lama di Indonesia, Mitsubishi.

Sang prinsipal tak main-main, menyiapkan model baru, sekaligus mendirikan pabrik perakitan baru, juga di Karawang, Jawa Barat. Pabrik baru Mitsubishi berkapasitas 80.000 unit per tahun.

Sebagai pemain terakhir di segmen ini, Mitsubishi berusaha menawarkan EXpander dengan desain, karakter, dan fitur-fitur yang belum ada sebelumnya di Avanza, Xenia, Ertiga, atau Mobilio.

Framing sport utility vehicle (SUV) yang dianggap mengental pada merek, juga coba dimainkan.

Memang tantangan kedua MPV Sejuta Umat Pembunuh Avanza ini belum terbukti, karena baru diperkenalkan hari ini (Senin, 24/7/2017) dan mulai dipasarkan mulai akhir tahun

Ilmu dan Dosa Avanza


Mengapa Toyota Avanza begitu dominan di pasar otomotif nasional, sampai-sampai tak ada satu merek manapun yang mampu menggoyahkannya?

Ilmu pertama yang sulit diimbangi merek-merek lain, adalah jaringan penjualan. Sampai saat ini, Toyota memiliki 302 gerai pemasaran dan layanan purnajual dari Sabang sampai Merauke.

Bayangkan, Honda sampai saat ini baru punya 139 gerai, sedangkan Mitsubishi (khusus kendaraan penumpang) 90 gerai. Paling mendekati, adalah Suzuki dengan 292 gerai.

Ilmu kedua, yang juga sulit diimbangi merek lain, adalah ragam promo (diskon) yang besarannya juga tak sedikit. 

Tetapi, meski kekuatan begitu besar, Avanza bukan tanpa cacat. Salah satu dosa terbesar Toyota dengan Avanza adalah lamanya siklus hidup (lifecycle) yang dimilikinya.

Bayangkan, sudah hampir 14 tahun sejak dipasarkan, Avanza baru punya dua generasi.

Kondisi ini membuat jenuh sebagian konsumen, sehingga terbuai pada MPV Sejuta Umat Pembunuh dari merek lain.

Fitur-fitur yang ditawarkan ke konsumen juga sama, terlalu lama “dipirit”. Ketika model lain menawarkan fitur kenyamanan, baru kemudian Avanza mengikuti pada tahun berikutnya. 

Avanza akan masih menjadi karang yang kokoh di Indonesia, siap menjadi batu sandungan, penantang abadi, atau menyerang balik dengan keji buat para MPV Sejuta Umat Pembunuh merek lain yang datang mengancam.

Kompas.com/Agung Kurniawan

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Kompas.com dengan judul : Balada “MPV Sejuta Umat Pembunuh Avanza”