TRIBUNJUALBELI.COM - Penggunaan lampu High Intensity Discharge (HID) dan Light-Emitting Diode (LED) makin banyak diaplikasi oleh para pemilik kendaraan.
Bahkan motor keluaran terbaru semuanya sudah memakai lampu ini.
Saat malam hari lampu HID dan LED memang terkenal sekali terang daripada bohlam lampu kuning biasa.
Tapi mirisnya, di musim hujan seperti saat ini ternyata pengunaan HID atau LED cahaya putih justru berbahaya.
Sinar putih LED atau HID ternyata lemah untuk menembus derasnya guyuran hujan dan kabut.
Efeknya, visibilitas pengendara pun akan menurun drastis yang membuat pandangan menjadi silau.
Dilansir dari Gridoto.com, "Sifat buruk dari cahaya putih yang terlalu besar bisa memantulkan pancaran seperti cermin. Saat sedang diguyur hujan atau kabut, cahaya tersebut justru mantul ke arah pengendara yang bikin visibilitas menjadi tidak jelas karena silau," ucap Marco, Koordinator Autovision, di MGK Kemayoran saat dihubungi KompasOtomotif,
Hal ini pun sudah pernah dijelaskan oleh Iwan Abdurahman selaku General Repair Service Manager Toyota Astra Motor (TAM) beberapa waktu lalu.
Menurutnya, meski memiliki kesan mewah, tapi penggunaan lampu bersinar putih sangat tidak dianjurkan ketika musim hujan atau saat melewati daerah berkabut.
Kabut dan hujan menjadi kelemahan lampu bersinar putih LED atau HID.
Pancaran sinarnya cenderung kalah dengan lingkungan sekitar, tidak seperti lampu berwarna kuning yang masih bisa memberikan visibilitas.
Namun, bila pemilik kendaraan tetap ingin memasang lampu LED dan HID, Marco menyarankan untuk mencari kadar Kelvin yang lebih rendah.
"Cari yang ukurannya di bawah 5.000, pancaran sinarnya sudah cenderung turun ke warna kuning, masih bisa dilihat oleh pengendara di depan," kata Marco.
(Tribunjualbeli.com/Andrakp)