0

Ketahui 7 Fakta Soal Black Box yang Bisa Menjadi Kunci Penyebab Kecelakaan Pesawat

Penulis: Zahrina Oktaviana
Ketahui 7 Fakta Soal Black Box yang Bisa Menjadi Kunci Penyebab Kecelakaan Pesawat

TRIBUNJUALBELI.COM - Black Box atau kotak hitam menjadi komponen yang paling dicari ketika adanya insiden kecelakaan terjadi.

Black box ini menjadi salah satu barang yang dinilai memiliki peran penting terkait identifikasi penyebab jatuhnya sebuah pesawat.

Tidak seperti namanya, Black Box memiliki warna orange.

Seperti kita ketahui, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Perkembangan terbaru dari pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yaitu telah ditemukannya black box pada Selasa (12/1/2021).

Black box merupakan komponen yang penting yang harus ada di setiap pesawat.

BACA JUGA : Begini Cara Kerja Black Box yang Jadi Komponen Penting dalam Pesawat

BACA JUGA : Tahukah Anda, Ini Alasan Warna Black Box Oranye

Melansir Deutsche Welle, pada dasarnya black box adalah perangkat perekam yang sangat dilindungi dan penting, sama seperti hard disk atau kartu memori.

Benda ini merekam semua data penerbangan.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya berikut ini ada 7 fakta soal kotak hitam seperti yang telah dilansir dari HAI :

1. Berwarna Oranye

Meski dinamakan black box atau kotak hitam, sebenarnya benda ini berwarna oranye.

Warna ini memiliki maksud agar tim pencari mudah menemukannya terutama seperti kejadian Sriwijaya Air ini yang jatuh di perairan.



Penamaan black box sendiri berawal dari sejarah penggunaannya di masa Perang Dunia II.

Alat pendeteksi ini dicat warna hitam agar nggak memantulkan cahaya.

2. Penemu Black Box

Penemu black box adalah David Warren.

Ia menciptakan alat ini pada 1950.

Saat usianya masih enam tahun, ayah Warren tewas dalam kecelakaan pesawat pertama di Australia.

Kejadian ini menjadi latar belakang Warren untuk merancang black box.

Pada 1960, Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan penggunaan black box untuk semua pesawat komersial.

BACA JUGA : Fungsi Black Box - Ini Fungsi Kotak Hitam yang Bisa Jadi Kunci Penyebab Kecelakaan Pesawat

BACA JUGA : 3 Fakta Tentang Black Box, Benda yang Sangat Dicari Saat Pesawat Mengalami Kecelakaan

3. Kuat dan Mudah Ditemukan

Black box dirancang supaya nggak rusak ketika terjadi sebuah kecelakaan pesawat.

Lapisan luarnya adalah titanium atau baja tahan karat dengan dua lapisan.

Tabung black box tahan banting karena telah diuji dengan dilontarkan menggunakan meriam udara.

Lontaran tersebut menciptakan dampak 3.400 Gs.



Selain itu, benda ini juga kedap air sampai kedalaman 6.000 meter dan tahan suhu maksimum 1.100 derajat Celsius selama satu jam.

Selain itu, black box juga dapat menahan benturan dinding beton dengan kecepatan 750 kilometer per jam dan beban statis 2,25 ton setidaknya selama lima menit.

4. Terdiri dari 2 Bagian

Dalam black box terdapat dua bagian penting, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

FDR berisi rekaman kecepatan pesawat, ketinggian, percepatan vertikal, dan aliran bahan bakar.

Dengan menganalisis data dalam FDR, kita dapat mengetahui teknis terjadinya kecelakaan sebuah pesawat.

Sementara, CVR berisi rekaman percakapan yang terjadi di kokpit. Percakapan pilot dan kopilot yang terjadi sebelum kecelakaan dapat memperkuat invetigasi kecelakaan pesawat.

Selain diskusi antar pilot, juga merekam pengumuman komputer otomatis, lalu lintas radio, diskusi dengan awak dan pengumuman kepada penumpang.

Suara sakelar dan mesin juga direkam oleh perangkat.

Itulah sebabnya file audio yang diambil harus ditangani dengan hati-hati, sebagai upaya perlindungan data.

5. Kapasitas Penyimpanan

Black box dapat menyimpan data penerbangan sampai 25 jam.



Data tersebut tersimpan dalam FDR, dan membantu penyelidik mencatat berbagai fungsi operasi pesawat, seperti detail waktu, ketinggian, kecepatan udara, dan arah pesawat.

Adapun, rekaman dalam CVR mampu merekam percakapan pilot dan kopilot selama 2 jam.

6. Letaknya di Ekor Pesawat

Setiap pesawat, baik yang digunakan untuk kepentingan komersial, bisnis, militer, dan kepentingan lainnya, wajib memasang black box.

Umumnya, letak black box biasanya ada di bagian ekor pesawat.

Hal ini dikarenakan apabila terjadi kecelakaan, diharapkan mencegah kerusakan black box.

Akan tetapi, penentuan posisi black box juga tergantung dari konstruksi dan rangka pesawat.

7. Mengirim Sinyal hingga 30 Hari

Ketika terjadi suatu kecelakaan, black box memiliki sistem sinyal darurat berupa sinyal "ping".

Sinyal inilah yang berfungsi sebagai pendeteksi lokasi keberadaan black box.

Sinyal akan dikirim setiap satu detik sekali secara otomatis selama 30 hari.

Sinyal itu juga tergantung pada kapasitas baterai sebuah black box.

Artikel ini telah tayang di laman HAI dengan judul 7 Fakta Black Box, Komponen Penting yang Wajib Ada di Pesawat