0

Wajib Paham, 3 Tips dan Cara Mempersiapkan Biaya Operasional dan Dana Darurat Bagi Pemilik Mobil

Penulis: Andra Kusuma
Wajib Paham, 3 Tips dan Cara Mempersiapkan Biaya Operasional dan Dana Darurat Bagi Pemilik Mobil

TRIBUNJUALBELI.COM - Memiliki mobil pribadi pastinya ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan, tentu saja pemilik mobil harus siap dengan segala biaya yang muncul.

Misalnya biaya pajak kendaraan, perawatan rutin, bahan bakar, asuransi, dan sebagainya,

Salah satu poin penting dalam perencanaan keuangan bagi pemilik mobil adalah harus tersedia biaya operasional mobil beserta dana daruratnya.

Melansir dari lifepal.co.id, ada 3 tips dan cara mempersiapkan biaya operasional dan dana darurat bagi pemilik mobil? Berikut cara dan perhitungannya.

1. Sisihkan sedikit uang setiap bulan untuk tabungan dana darurat mobil

Menyisihkan sedikit uang setiap bulan untuk tabungan dana darurat akan sangat dibutuhkan untuk melakukan pergantian suku cadang dan servis rutin ringan.

BACA JUGA : Cek Daftar Harga Mobil Toyota Rush Konde Tahun 2007-2009 Bekas

BACA JUGA : Harga Bekas Mobil Keluarga Pabrikan Toyota Ini Sekarang Hanya 100 Jutaan Saja, Padahal dulu Harga Barunya Menyentuh 300 Juta

Namun perlu diperhatikan, tabungan dana darurat mobil berbeda dengan dana darurat pribadi, besaran dana darurat mobil berdasarkan harga spare part mobil yang diganti rutin dan jasa mekanik.

Sebagai contoh seseorang membutuhkan dana darurat khusus untuk pergantian suku cadang mobilnya dengan total sebesar Rp 6,18 juta, mulai dari spare part yang bersifat fast moving sampai slow moving.

Apabila dana tersebut berkurang Rp 500 ribu untuk mengganti spare part fast moving katakanlah oli mesin dan jasa mekanik, maka nominal dana harus dikembalikan dalam jumlah awal.

Hal itu disebabkan karena proses penggantian oli dalam setahun tentu lebih dari satu kali dibandingkan spare part yang bersifat slow moving seperti aki atau ban mobil.



2. Bedakan biaya operasional bulanan dan tahunan

Agar lebih mudah, pisahkan saja biaya operasional untuk bulanan dan juga tahunan.

Sebagai contoh pengeluaran bulanan: estimasi biaya BBM, biaya parkir, dan tol dengan total Rp 800 ribu.

Kemudian contoh pengeluaran tahunan meliputi: pajak mobil dan asuransi dengan total Rp 8,4 juta.

3. Gunakan rekening terpisah

Buatlah rekening terpisah baru yang ditujukan khusus untuk biaya operasional serta tabungan dana darurat khusus mobil Anda.

BACA JUGA : Tidak Boleh Sembarangan, Saat Mencuci Mobil Bagian Mesin Ini Tidak Boleh Terkena Air

BACA JUGA : Harga Bekas Mobil Keluarga Pabrikan Toyota Ini Sekarang Hanya 100 Jutaan Saja, Padahal dulu Harga Barunya Menyentuh 300 Juta

Tujuan dari adanya rekening baru adalah untuk agar pengeluaran untuk mobil Anda tidak tercampur dengan pengeluaran sehari-hari.

Atau Anda pun bisa menempatkan sebagian tabungan dana darurat untuk mobil di instrumen reksa dana pasar uang, mengingat keperluan akan pergantian suku cadang memiliki jangka waktu yang berbeda-beda.

Itulah 3 tips dan cara mengatur biaya operasional dan kepemilikan mobil, pastikan sebelum membeli mobil Anda udah menyiapkan biaya-biaya yang akan dikeluarkan.

Berita ini telah tayang di otoseken.gridoto.com dengan judul 3 Tips dan Cara Mengatur Biaya Operasional dan Kepemilikan Mobil