TRIBUNJUALBELI.COM - Virus Covid-19 yang terus menyebar di seluruh dunia, banyak orang yang memiliki hobi baru. Satu diantaranya pelihara kucing.
Punya kucing yang gemuk berbulu tebal, pasti menjadi dambaan para pemiliknya.
Sebenarnya kucing akan hidup lebih lama, jika berat badan normal dan sehat, dan lincah
Namun, berat badan kucing melebihi rata-rata berat normal, wajib waspada akan hal tersebut.
Dilansir dari The Spruce, Selasa (12/1/2021), obesitas pada kucing umumnya dianggap 20 persen atau lebih di atas berat badan normal.
BACA JUGA : Risiko Kesehatan yang Timbul Jika Sering Tidur Sama Kucing
BACA JUGA : Simak Beberapa Manfaat Menjadi Seorang Pemilik Kucing
Dan dengan kondisi seperti ini termasuk dalam gangguan nutrisi.
Biasanya, kucing rumahan yang memiliki kasus obesitas terbanyak.
Obesitas dapat berakibat pada penurunan kualitas hidup.
Kucing yang kelebihan berat badan cenderung kurang berinteraksi secara fisik dengan kucing lainnya, kurang suka bermain, lebih lesu, dan kurang energik.
Selain itu, kucing yang mengalami obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit yang lebih serius.
Penyebab kucing obesitas Sama halnya dengan manusia, ada berbagai penyebab dan faktor obesitas pada kucing, dan tidak selalu sesederhana dalam memberi makan berlebihan.
Penting untuk mengidentifikasi apakah ada penyebab medis potensial yang mendasari obesitas sebelum memulai program penurunan berat badan.
Beberapa penyebab umum obesitas pada kucing dapat disebabkan oleh makan berlebih, genetika, kurang olahraga, kebiasaan makan yang tidak sehat, hipotiroidisme, diabetes, stres, dan rasa sakit.
Berat badan secara berlebih pada kucing ini harus segera diatasi sebelum menimbulkan penyakit yang berkelanjutan, dengan berbagai cara sebagai berikut.
1. Identifikasi kondisi medis
Aspek terpenting dalam penurunan badan adalah menidentifikasi kondisi medis yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan kucing Anda.
BACA JUGA : Begini 4 Cara Mengetahui Umur Kucing
BACA JUGA : Kucing dan Anjing Kerap Merusak Tanaman Hias di Rumah? Coba Lakukan 5 Tips Ini
Ketika sudah mengetahui penyebabnya, bawa kucing ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.
Jika tidak ada penyebab yang mendasari kenaikan berat badan kucing Anda, dokter hewan biasanya akan merekomendasikan penurunan berat badan yang disarankan secara keseluruhan untuk dilakukan secara bertahap.
Dalam kasus ekstrim, mereka mungkin merekomendasikan resep diet penurunan berat badan khusus.
Penimbangan rutin di klinik mereka untuk memantau kemajuan juga.
2. Makanan kucing
Kualitas makanan kucing yang dijual bebas sangat bervariasi.
Beberapa mungkin memiliki tambahan gula yang tidak perlu, yang lainnya sangat tinggi lemak.
Makanan kalengan lebih rendah kalori daripada makanan kering, mengandung banyak air, lebih mudah dicerna oleh kucing, dan banyak kucing menyukainya.
Beberapa pemilik memilih untuk beralih ke pemberian makanan basah dalam proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan makanan kering sebagai bagian dari program.
Perhatikan makanan yang saat ini diberikan kepada kucing dan lakukan perubahan bertahap pada makanannya ketika tidak ada perubahan.
3. Porsi makan
Penyebab umum kucing yang kelebihan berat badan hanyalah karena mereka diberi makan berlebihan.
Titik awal yang bagus adalah memulai dengan mengukur porsi harian mereka dengan cangkir atau timbangan.
4. Sesi bermain harian
Selain memantau asupan kalori dan memberikan nutrisi yang berkualitas, olahraga sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat bagi kucing.
Ada banyak pilihan untuk melatih kucing bahkan jika mereka tidak keluar rumah.
(Kompas.com/Aniza Pratiwi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Cara Mengatasi Kucing yang Alami Obesitas".