0

5 Penyebab Mobil Diesel Boros Bahan Bakar

Penulis: Andra Kusuma
5 Penyebab Mobil Diesel Boros Bahan Bakar

TRIBUNJUALBELI.COM - Mobil bermesin diesel dikenal dengan caranya efisien dalam mengolah bahan bakar.

Alhasil penggunaan bahan bakar jadi tidak boros.

"Selain tangguh dan mempunyai tenaga yang besar, mesin diesel juga pasti dikenal dengan iritnya" ucap Ardi Atmadjaya, Kepala Mekanik Radio Dalam Motor, Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Tapi, kata irit itu akan hilang jika mobil diesel mengalami masalah pada komponen tertentu.

Ada beberapa part komponen mobil diesel yang bisa membuat konsumsi bahan bakar jadi boros.

BACA JUGA : Efek Samping Mobil Diesel Jarang Diservis

BACA JUGA : Begini Cara Menghilangkan Asap Hitam Pada Mobil Diesel

Dilansir dari Jip.gridoto.com, ini 5 part komponen yang menyebabkan mobil diesel boros bahan bakar.

1. Filter Udara Kotor

Filter Udara yang kotor bisa menghambat pasokan udara ke dalam ruang bakar.

Padahal untuk proses pembakaran, mesin diesel membutuhkan banyak udara bersih untuk dikompresi sehingga bisa membakar bahan bakar diesel.

2. Injektor Bahan Bakar Kotor

Injektor di mesin diesel bertugas menyemprotkan kabut bahan bakar ke ruang bakar.



Jika lubang injektor yang sangat kecil ini tersumbat kotoran maka ia tidak bisa menyemprotkan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan.

3. Kualitas Bahan Bakar Diesel Yang Buruk

Mesin diesel moden yang sudah dilengkapi teknologi common rail mensyaratkan bahan bakar berkualitas tinggi yang rendah sulfur.

Ini karena tekanan pada sistem bahan bakar mesin diesel common rail sangat tinggi.

Tekanan bahan bakar diesel common rail berkisar 1.600-2.000 bar.

BACA JUGA : Pilihan Mobil Diesel Bekas Murah Selain Isuzu Panther, Cek Daftarnya

BACA JUGA : Mobil Diesel Salah Isi BBM? Segini Kisaran Biaya Perbaikannya

4. Sensor Kotor Atau Rusak

Pada mesin diesel common rail, kapan dan berapa banyak solar yg harus di semprotkan ke dalam ruang bakar diatur oleh komputer mobil atau ECU (Electronic Control Unit).

ECU ini mendapat pasokan informasi dari berbagai macam sensor di mesin seperti injakan pedal gas, rpm mesin, panas mesin, dll.

Jika sensor kotor atau rusak, maka ia tidak bisa menyampaikan informasi yang akurat.

Akibatnya waktu dan jumlah bahan bakar yang diberikan bisa tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.



5. Kinerja Turbo Tidak Optimal

Instalasi turbocharger di mesin diesel merupakan satu cara untuk mendongkrak performanya.

Melalui turbocharger mesin mendapatkan pasokan udara yang dimampatkan (compressed air) sehingga keluaran tenaga lebih besar tanpa mengorbankan efisiensi.

Kalau turbo rusak, bisa menyebabkan performa mesin turun.

Karena tenaga berkurang, pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam sehingga jumlah bahan bakar yang dikeluarkan pun lebih banyak. (*)