0

Sedang Pandemi, Pengusaha Properti Indonesia Ini Justru Bangun Apartemen Seharga 1 Triliun di Australia

Penulis: Andra Kusuma
Sedang Pandemi, Pengusaha Properti Indonesia Ini Justru Bangun Apartemen Seharga 1 Triliun di Australia

TRIBUNJUALBELI.COM - Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini banyak beberapa sektor usaha mengalami penurunan.

Tapi tidak dengan Pengusaha properti kawakan asal Indonesia, Iwan Sunito.

Meski sedang terjadi pandemi dia kembali mengembangkan hunian apartemen di Australia.

Tidak tanggung-tanggung Apartemen ini akan dibangun sebanyak 153 unit dalam dua tower bertajuk Artis dan memiliki harga yang fantastis.

Lewat perusahaannya yang dibuat di Australia, Crown Group, Iwan akan merilis apartemen Artis pada November 2020 secara bergelombang di beberapa negara, yang pertama di Indonesia.

Lokasi apartemen ini ada di Melbourne, tepatnya di daerah Southbank.

Dilansir dari berbagai sumber, "Project kita ini namanya Artis, terinspirasi dari lokasinya. Ini berbatasan dengan kawasan seni Saint Kilda Street punya view yang bagus, lokasinya juga nggak crowded,," ungkap Iwan dalam konferensi pers virtual bersama wartawan, beberapa waktu lalu

Proyek apartemen ini memiliki nilai sebesar Rp 1 triliun.

Berada di Melbourne pihaknya menargetkan pengembangan properti hingga Rp 30 triliun di sana.

"Project value-nya ini Rp 1 triliun. Lumayan untuk masuk Melbourne dengan biaya Rp 1 triliun," ujar Iwan.


Lebih lanjut dia menyebutkan harga unit apartemen yang ditawarkan berada di bawah 1 juta Dolar Australia.

Dia merinci, untuk unit dengan satu kamar harganya berada di 400-500 ribu Dolar Australia, sementara dengan dua kamar berada di harga 700 ribuan Dolar Australia.

Bila dirupiahkan dengan kurs terkini Rp 10.600 per Dolar Australia, satu unit apartemen Artis dengan satu kamar harganya mencapai Rp 4,2-5,3 miliar

Lalu unit dengan dua kamar seharga Rp 7,4 miliar.

Dia mengatakan pihaknya akan merilis proyek ini pertama kali di Indonesia, dan menargetkan penjualan sebesar 15 juta Dolar Australia.

"November dibuka di Indonesia dulu, targetnya 15 juta Dolar Australia dari Indonesia. Nanti baru ke China, Hong Kong, dan Melbourne-nya sendiri," ungkap Iwan.

Dua Anak Muda Ini Raup Miliaran Rupiah dari Penjualan Rumah Dalam Dua Bulan

Easton Urban Kapital mencetak penjualan 100 persen atas proyek residensial Providence House, Tangerang Selatan, Jawa Barat.

Seluruh 27 unit yang ditawarkan sejak Juli, terserap pasar akhir Agustus lalu, dengan total nilai penjualan Rp 60 miliar.

Perumahan ini dibangun oleh pengembang properti yang dikendalikan dua anak muda, generasi milenial William Liusudarso yang masih belum genap 31 tahun dan Edwin Salim 32 tahun.


William yang menjabat sebagai Presiden Direktur Easton Urban Kapital mengatakan, pencapaian tersebut di luar ekspektasi mengingat pasar masih melambat, dan pandemi Covid-19 belum mereda.

"Masyakarat lebih berhati-hati membelanjakan uangnya. Mereka fokus pada kebutuhan pokok sehari-hari dan perlengkapan kesehatan," ujar William dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (19/10/2020).

Menurut dia, pencapaian ini tak terlepas dari strategi marketing yang diterapkan.

Easton membelanjakan anggaran untuk pemasaran secara digital lebih besar dibanding pemasaran konvensional.

Marketing Manager Easton Urban Kapital Edwin Salim menambahkan, faktor lain yang membuat Providence House laris saat pandemi adalah branding yang cukup kuat.

“Pasar mulai percaya bahwa kami selalu menjaga kualitas bangunan dan konsisten menyelesaikan proyek yang telah kami pasarkan," imbuh Edwin.

Sebelumnya, Easton Urban Kapital membukukan penjualan maksimal atas Cornerstone House di Pondok Cabe, Somerhill House di Ciputat, dan Carlton Private Residence di Depok.

Untuk penjualan Florista Garden di Palembang, William mengungkapkan, saat sudah mencapai 60 persen.

Providence House sendiri merupakan rumah dua lantai dengan luas tanah 98 meter persegi dan luas bangunan 130 meter persegi.

Harganya dibanderol mulai dari Rp 1,9 Miliar.


Pengembang memberikan kemudahan pembiayaan kepada konsumen dengan pemberlakuan uang muka atau down payment (DP) 10 persen sampai 15 persen yang dapat dicicil enam bulan hingga 12 bulan.

William memastikan, pembangunan seluruh unit Providence House akan tuntas pada pertengahan 2021.

Ke depan, Easton Urban Kapital akan melansir produk baru di kawasan Serpong.

Saat ini sedang tahap persiapan pembangunan infrastruktur.

Rencananya, awal 2021 pembanguna.

Fisik produk baru ini akan dimulai dengan jadwal serah terima pada pertengahan 2022.

Proyek baru ini menempati area seluas satu hektar dengan jumlah rumah 65 unit.

Harga yang dipatok sekitar Rp 1,6 miliar hingga Rp 1,7 miliar untuk rumah ukuran 7 x 13 meter persegi.

(*)