TRIBUNJUALBELI.COM - Ada baiknya minyak rem di mobil dilakukan penggantian setiap 20.000 Km atau 2 tahun.
Sebaiknya, gunakan minyak rem sejenis dan sesuai rekomendasi produsen mobil.
Spesifikasi minyak rem ditandai dengan kode DOT (Department Of Transportation) yang diikuti dengan angka, misalnya DOT 3, DOT 4, atau DOT 5.1.
Kode minyak rem yang digunakan oleh sebuah mobil ini biasanya tercantum pada tutup minyak rem di ruang mesin.
Semakin tinggi spesifikasi atau angka DOT-nya, maka minyak rem semakin mudah menangkap uap air.
BACA JUGA : Menjadi Salah Satu Bagian yang Penting, Simak 4 Tips Sederhana Rawat Rem Mobil
BACA JUGA : Awas, Begini Ciri Ciri Rem Mobil Bisa Blong
Kelebihannya, ketahanan terhadap suhu kerjanya juga semakin tinggi.
Itu sebabnya mobil balap atau performa tinggi biasanya menggunakan minyak rem dengan spesifikasi cukup tinggi seperti DOT 5.
Namun, Anda jangan asal menaikkan angka DOT atau spesifikasi minyak rem ini untuk meningkatkan kemampuan rem.
Pasalnya, mengisi sistem rem dengan minyak rem yang memiliki spesifikasi berbeda bisa menyebabkan kerusakan sil di dalam sistem rem mobil.
Jangan Khawatir, Lakukan Tips Ini Saat Mobil Mengalami Rem Blong
Kejadian rem blong sangat banyak dijumpai di jalan.
Kejadian seperti itu sangat membahayakan karena bisa saja terjadi kecelakaan.
Penyebab rem blong sangat beragam, ada yang karena overheat, ada juga yang disebabkan oleh kerusakan komponen pengereman, seperti minyak rem, kampas rem, hingga kaliper cakram.
Nah kalau kamu mengalami musibah rem blong, gak usah panik, ya! tetap tenang dan lakukan beberapa hal ini.
Menurut Bintarto Agung, Presiden Direkur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), ada beberapa prosedur yang bisa dilakukan jika pengemudi mengalami kegagalan fungsi rem (rem blong).
"Pertama, usahakan bersikap tenang dan tidak panik. Lalu pastikan fungsi rem benar-benar tidak berfungsi dengan cara menginjak pedal beberapa kali," jelas Bintarto saat dihubungi GridOto.com beberapa waktu lalu.
Langkah berikutnya adalah melakukan engine break agar kecepatan laju mobil bisa berkurang.
"Pindahkan transmisi ke posisi yg lebih rendah, lakukan secara berurutan (gigi 5 ke 4, lalu ke 3 dan seterusnya) untuk mendapatkan perlambatan," imbuhnya.
Jika laju mobil belum berhenti, pengemudi bisa tarik tuas rem tangan beberapa kali sesuai kebutuhan.
Tapi perlu dicatat, setelah ditarik, tuas rem harus segera dilepas (realese) agar roda tidak terkunci.
"Lalu, apabila memungkinkan, gesekkan kendaraan ke tembok, tebing, atau pohon. Tapi bukan ditabrak secara frontal," ungkapnya.
"Dan jika ada, arahkan ke tumpukan pasir sebagai buffer zone yang biasanya terdapat pada jalan menurun curam," sambungnya.
Langkah terakhir, setelah kendaraan berhasil dihentikan, segera keluar dari kendaraan, tetap tenang, dan carilah bantuan.
Sebagian berita ini telah tayang di Jip.gridoto.com dengan judul Jika Sembarangan Ganti Spesifikasi Minyak Rem Mobil, Ini Akibatnya