0

Segini Estimasi Biaya Perbaiki Mobil yang Mogok Akibat Overheat Mesin

Penulis: Andra Kusuma
Segini Estimasi Biaya Perbaiki Mobil yang Mogok Akibat Overheat Mesin

TRIBUNJUALBELI.COM - Mobil mogok memang menjadi momok yang menakutkan bagi semua pemilik mobil.

Apalagi mobil mogok ditengah jalan akibat mesin overheat karena terlalu lama mobil menyala akibat kemacetan atau tengah dipakai perjalanan jauh.

Nah bagi kalian, jika mobil mengalami overheat, pasti ada komponen mesin mobil yang mengalami kerusakan.

Kerusakan yang diakibatkan oleh mobil overheat tidak bisa diprediksi karena tergantung dari mobilnya.

BACA JUGA : Sebelum Mogok, Cek Bagian Mobil Ini Secara Berkala Selama 6 Bulan Sekali

BACA JUGA : Anti Mogok, Aki Awet Cuma dengan Lakukan 7 Kebiasaan Ini

Kalau hanya karena lupa mengisi air di radiator, mungkin kita hanya perlu beli radiator coolant untuk menambahkannya.

Namun, kalau masalahnya sudah merusak komponen internal mesin seperti silinder head, piston, klep dan lain-lainnya, biaya perbaikannya enggak murah.

Beberapa komponen mungkin masih bisa diperbaiki dengan bubut yang kisaran harga perbaikannya Rp 300 hingga 700 ribu rupiah.

Namun ada beberapa komponen yang harus diganti maka dapat dipastikan biaya lebih dari estimasi 300 - 700.

Nah, untuk biaya ganti komponennya ini yang mahal, kerusakan-kerusakan paling parah bisa kisaran Rp 5 sampai Rp 20 juta tergantung kerusakan dan jenis mobilnya.

Untuk itu perawatan pada sistem pendingin mesin mobil jangan disepelekan agar tidak mengalami overheat.


 

Ingat, lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Tak Boleh Asal, Mendorong Mobil Mogok Ternyata Ada Aturannya Lho

Mungkin kamu pernah menemui pengguna mobil yang sedang kesulitan karena kendaraannya mogok.

Mau tak mau, anda jadi ikut sumbang tenaga untuk membantu mendorong.

Bisa juga karena kejadian saat akan memarkir atau keluar dari tempat parkir, terhalang mobil lain sehingga mobil lain itu harus digeser.

Namun tidak semua orang memiliki pengetahuan teknik mendorong yang sama.

Jika salah meletakkan tangan, bukannya maju bagian bodi mobil malah bisa amblas atau penyok.

Mobil harian banyak modelnya, ada sedan, hatchback, MPV, SUV ataupun jip.

Masing-masing punya tempat aman untuk ditekan ketika mobil didorong.

Doronglah bagian belakang mobil tepat di area yang paling kokoh tulangnya, biasanya di sekitar pojok kiri dan kanan.


 

Yang lebih penting lagi dorong dengan perlahan, jangan langsung dihentak untuk memperkecil kemungkinan penyok.

Buat jenis MPV atau mobil yang di bagian pinggir terdapat deretan lampu tekan atau dorongnya di kap bagasi agak pinggir.

Kalau bagasi ditutup di pinggirannya ada karet, daerah itulah yang cukup kuat untuk didorong.

Bagaimana dengan mobil yang tutup bagasinya kaca semua seperti Honda Brio, Geely Panda dan sebagainya?

Amannya dorong saja fender belakang kiri dan kanan.

Selain di bodi, ada pula yang memindahkan mobil dengan cara memutar bannya.

Cara itu memang aman buat bodi mobil, tetapi usahanya dijamin lebih besar dibanding dorong bodi.

Parahnya kalau ada yang memindahkan mobil dengan menarik bumpernya.

Ini sangat tidak disarankan karena ata-rata mobil sekarang bumpernya terbuat dari plastik dan dipasang ke bodi hanya dengan klip atau baut kecil, sehingga mudah lepas.

Mungkin kalau mobil lama bisa saja, seperti Toyota FJ40 kan bumpernya besi dan diikat kuat ke bodi. (*)

(Andrakp/Tribunjualbeli.com)