TRIBUJUABELI.COM - Kentut pada bayi memang hal yang wajar.
Pada umumnya kentut bayi disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsinya.
Namun adakalanya sebagai ibu wajib tahu kentut bayi ini menjadi pertanda gangguan kesehatan lain.
Dalam sehari, bayi dapat tidak sengaja menelan gas saat menangis, menyusu, atau menghisap dot dari botol.
Gas yang terjebak dalam perut ini akan dikeluarkan berupa kentut dan juga dapat melalui sendawa.
Jika ada gas menyengat yang keluar, hendaknya itu menjadi penanda berapa lama tinja berada dalam usus bayi.
Melansir alodokter.com, di sisi lain, kentut yang bau juga dapat menjadi tanda bahwa bayi mengalami alergi atau intoleransi makanan yang menyebabkan bau kentut menjadi sangat asam atau busuk.
Pada dasarnya, kentut dengan bau lebih sering akan terjadi pada bayi yang mengonsumsi susu formula.
Sebaliknya, bayi yang mengonsumsi ASI biasanya kentutnya tidak berbau.
Namun secara umum, kentut akan lebih sering berbau saat bayi telah berusia 6 bulan ke atas, sesudah mengonsumsi makanan padat.
Apalagi setelah tiba waktunya makan berbagai makanan yang mengandung protein
Kentut bayi perlu diwaspadai jika disertai dengan gejala lain seperti :
- Demam tinggi
- Rewel
- Tidak buang air besar
- Buang air besar bercampur darah atau lendir
- Muntah
- Perut kembung
- Terlihat kesakitan saat kentut atau buang air besar
- Terlihat melengkungkan punggungnya atau sering menggeliat karena tidak nyaman.
- Munculnya lendir dapat menjadi tanda adanya intoleransi makanan atau pun infeksi
- Perubahan warna pada tinja bayi, terutama setelah mengonsumsi makanan baru.
Tinja yang hitam mungkin menandakan adanya darah dari usus kecil atau lambung.
Tinja putih adalah tanda bayi tidak memproduksi cukup empedu.
Sedangkan warna merah pada tinja dapat menandakan adanya darah dari usus besar atau dubur.
- Perubahan kepadatan tinja bayi, apakah menjadi semakin keras atau
cair
Perlu digaris bawahi bahwa kentut bayi dengan aroma yang menyengat tidak selalu pertanda gangguan kesehatan.
Alangkah baiknya orang tua tidak terlanjur panik dan memeriksakan gejalanya terlebih dahulu.
Jika bayi terlihat tenang dan tidak menunjukkan gejala apapun, mungkin itu adalah hal yang normal.
Namun jika disertai dengan gejala lain, orang tua patut waspada dan periksakan segera ke dokter.
Jadi perlu diwaspadai ya moms & dad. (*)
(andkp/Tribunjualbeli.com)