0

Banyak yang Belum Tahu, Ini yang Terjadi Jika Anda Nekat Mencampur Bensin dengan Kapur Barus

Penulis: Achadiyah Nurul
Banyak yang Belum Tahu, Ini yang Terjadi Jika Anda Nekat Mencampur Bensin dengan Kapur Barus

TRIBUNJUALBELI.COM - Banyak cara yang dilakukan para pemilik kendaraan untuk bisa meningkatkan performa mobil atau sepeda motor.

Salah satunya dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bernilai oktan lebih tinggi.

Banyak yang percaya bahwa dengan menggunakan bensin dengan oktan lebih tinggi bisa membuat pembakaran lebih sempurna.

Dengan begitu, otomatis performa mesin kendaraannya juga akan lebih bagus dibandingkan saat menggunakan bensin oktan rendah.

BACA JUGA : 

6 Trik Mudah Bikin Motor Matic Anda Tak Boros Bensin, Akali Pakai Cara Ini

Benarkah Isi Bensin di SPBU Paling Baik Saat Malam Hari? Ini Penjelasannya

Hanya saja, yang dilakukan bukan dengan mengganti jenis BBMnya dengan kualitas yang lebih bagus tetapi dengan menambahkan campuran lain.

Seperti menambahkan kapur barus ke dalam tangki bahan bakarnya. Benarkah dengan mencampur pewangi lemari ke bensin bisa meningkatkan oktan bahan bakar?

 Kepala Bengkel Auto 2000 Cilandak Suparna mengatakan, anggapan tersebut belum bisa dipastikan apakah benar atau tidak.

Pasalnya, selama ini juga belum ada yang benar-benar melakukan pembuktian terkait perilaku tersebut.


“Menaikkan oktan dengan menambah kapur barus? Harus ada yang benar-benar melakukan pembuktian sehingga tidak menimbulkan efek negatif,” ujar Suparna kepada Kompas.com belum lama ini.

Sebaliknya, Suparna mengatakan, jika mencampur kapur barus ke dalam tangki bahan bakar justru berpotensi menyebabkan efek yang tidak bagus.

Hal ini karena bukan tidak mungkin karena adanya campuran tersebut akan menyebabkan terjadinya reaksi lain di dalam tangki.

“Biasanya, apapun yang dimasukkan itu akan menimbulkan campuran di dalam bahan bakar itu. Bahan seperti itu (kapur barus) sering menimbulkan gel, banyak sekali campuran menjadikan gel,” katanya.

Ilustrasi Self Service Pengisian Bensin di SPBU | Kompas.com

BACA JUGA : 

Indikator Bensin di Huruf E? Jangan Panik, Segini Jarak yang Masih Bisa Ditempuh

Jangan Goyangkan Kendaraan Saat Isi Bensin, Ini Bahaya yang Tak Anda Sadari

Suparna melanjutkan, selama ini bahan seperti kapur barus tersebut bukanlah bahan yang sudah diuji untuk dicampurkan dengan bensin.

Untuk itu, Suparna pun menyarankan, agar tidak melakukan pencampuran kapur barus dengan bensin hanya untuk bisa meningkatkan oktan bahan bakar.

“(kapur barus) bukan bahan yang sudah diteliti dan yang sudah diuji, kalau bahan yang sudah teruji masih sangat oke,” katanya.

Jika nekat mencampurkan bahan yang belum teruji, Suparna mengatakan, bukan tidak mungkin bisa menyebabkan sejumlah efek buruk.

Sebagai contoh akan muncul gel, menyebabkan terjadinya korosif tangki dan membuat pembakaran menjadi tidak maksimal.

Jangan Asal Isi Bensin, Simak Daftar Motor Honda yang Cocok Pakai Premium, Pertalite, Pertamax, atau Pertamax Turbo

Tak boleh asal-asalan isi bensin, berikut daftar motor honda yang boleh pakai premium, pertalite, pertamax, atau pertamax turbo.


Buat Anda yang memiliki motor merek Honda, sebaiknya mengetahui bahan bakar mana yang cocok untuk tunggangan Anda.

Pertamina kini memudahkan Anda dalam memilih bahan bakar sesuai spek mesin motor masing-masing. 

Di web Pertamina dicantumkan angka oktan dan rasio kompresi mesin yang direkomendasi.

Tidak beli kucing dalam karung lagi, pemilik motor atau kendaraan jadi tahu bahan bakar mana yang cocok dengan mesin kendaraannya.

Agar tak salah pilih bahan bakar, berikut daftar bensin Pertamina sesuai merek dan tipe motor.

Kali ini untuk motor Honda tipe terbaru yang masih dijual PT Astra Honda Motor (AHM) yang cocok pakai Premium, Pertalite, Pertamax, atau Pertamax Turbo.

Terutama yang baru beli motor Honda baru tidak boleh salah pilih bensinnya.

1. PREMIUM 

Premium memiliki angka oktan 88 dan rasio kompresi mesini kurang dari 9.

Motor Honda yang boleh menggunakan Premium adalah motor yang diproduksi di bawah tahun 2000 saja.


2.PERTALITE 

Pertalite memiliki angka oktan 90 serta berwarna hijau terang dan jernih ini sangat tepat digunakan oleh kendaraan kompresi 9:1 hingga 10 : 1.

Yang miliki angka oktan di rentang ini dan direkomendasi pakai Pertalite yaitu:

BeAT eSP (9,5 : 1), BeAT PoP esP (9,5 : 1), BeAT Street eSP(9,5 : 1), Vario eSP 110 (9,5 : 1), Scoopy (9,5 : 1), Supra X 125 FI (9,3:1), Super Cub C125 (9,3 : 1), Revo X FI (9,3 : 1), CRF 150L (9,5 : 1), CB150 Verza (9,5 : 1)

3. PERTAMAX

Pertamax bahan bakar bensin dengan angka oktan minimal 92.

Direkomendasikan untuk mesin yang memiliki kompresi rasio 10:1 hingga 11:1.

Motor Honda yang miliki angka oktan di rentang ini dan direkomendasi pakai Pertamax yaitu:

Vario eSP 150 (10,6 : 1), PCX 150 (10,6 : 1), PCX HYBRID (10,6 : 1), SH150i (10,6 : 1), Forza (10,2 : 1), CRF250 Rally (10,7 : 1), CB500F (10,7 : 1), CBR500R (10,7 : 1), X-ADV (10,7 : 1), CB500X (10,7 : 1), CRF1000L AFRICA TWIN (10 : 1)

4. PERTAMAX TURBO

Di web Pertamina diterangkan Pertamax Turbo dikembangkan dengan formula Ignition Boost Formula (IBF) dengan angka oktan 98.

Sayangnya tidak diterangkan untuk mesin rasio kompresi berapa.

Tapi, jika merunut spek Pertamax Racing yang dianjurkan untuk mesin yang punya rasio kompresi 13 : 1 ke atas, berarti Pertamax Turbo ini untuk mesin di bawah 13 : 1.

Motor Honda yang miliki rasio kompresi di rentang ini dan direkomendasi pakai Pertamax Turbo yaitu:

Supra GTR150 (11,3:1), CBR150R (11,3 : 1), CB150R (11,3 : 1), Sonic 150R (11,3 : 1), CBR250RR (11,5 : 1), CB650R (11,6 : 1), CBR1000RR (13 : 1).

(Kompas.com/Ari Purnomo)

Sebagian artikel ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Bensin Campur Kapur Barus Bisa Dongkrak Oktan, Mitos atau Fakta?