TRIBUNJUALBELI.COM - Tren Gowes sedang marak di tengah pandemi covid-19 ini.
Banyak masyarakat yang kemudian berbondong bondong untuk membeli sepeda dan ikut gowes.
Salah satu sepeda yang lagi dicari yaitu model sepeda lipat.
Lebih diminati karena dinilai lebih unik dan bagus untuk gowes santai.
Selain itu faktor harga juga mempengaruhi banyak yang membeli sepeda ini.
Mungkin dulunya jenis sepeda lipat ini lebih banyak digunakan oleh perempuan karena bentuknya yang nggak terlalu besar.
Tapi jangan salah, bahkan sekarang pun sepeda lipat sudah digunakan oleh semua kalangan baik perempuan maupun laki-laki.
Karena bentuknya yang lebih simple dan sangat praktis.
Bila kamu masih bingung seperti apa seharusnya kamu merawat sepeda lipatmu, coba ikuti cara merawat sepeda lipat berikut ini agar selain tahan lama, sepeda lipat kesayanganmu juga tetap terlihat gagah saat digowes di jalanan.
1. Rutin dicuci
Rutin dicuci sangat diperlukan. Namun kerjakan dengan hati-hati.
Siram air perlahan, gosok bagian-bagian kotor, akhiri dengan mengelapnya sampai kering.
Terutama area yang mudah kotor oleh debu seperti ban.
Serta jangan lupakan bagian yang tersembunyi.
Hindari menggunakan semprotan air yang kuat.
Sebab cipratan air bertekanan tinggi dan diarahkan langsung justru merusak bodinya.
2. Bagian operasional tak boleh terlewat
Perawatan juga mesti meliputi bagian operasional yang urgen.
Diantaranya kabel shifter, rem, dan rantai.
Unit-unit tersebut memiliki kontribusi penting dalam gerak langkah sepeda.
Jangan sampai karatan dan tidak berfungsi.
Biasanya gejala yang muncul apabila lupa dirawat adalah terdengar bunyi berisik.
Oleskan oli atau minyak pelumas pada bagian operasional tadi.
Oli akan membantu menghindari karat dan aus.
Sehingga tidak memberi pengaruh buruk pada bagian lain.
3. Volume ban pas
Setiap merk sepeda lipat mempunyai standar volume ban yang berbeda-beda.
Lihat kembali pada buku petunjuk atau bertanya pada customer service.
Tekanan yang kurang rawan membuat ban cepat kempes dan merusak ban dalam.
Sementara jika tekanannya terlalu tinggi, ban cepat pecah.
Lantas, bila tidak digunakan, lapisi ban dengan kain atau karton tebal.
Bersinggungan langsung dengan lantai atau keramik, berdampak pada volume ban cepat berkurang.
4. Pilih garasi yang tepat
Selanjutnya pilih garasi yang tepat.
Letakkan di tempat yang aman dari terpaan debu dan tetap mendapat sentuhan terangnya sinar.
Upayakan ia tetap terlihat walau tidak akan digunakan untuk waktu yang lama.
Setidaknya dengan demikian, Anda tidak lupa untuk membersihkan dan merawat setiap saat.
5. Simpan dengan benar
Di samping tempat, cara menyimpan juga tak boleh sembarangan.
Biarkan ia tetap berdiri, utuh memanjang atau terlipat dua.
Atau gantungkan dengan posisi yang aman.
Bungkus dengan kain atau plastik transparan, bila dirasa perlu.
Singkirkan benda-benda sekitar jika ingin menumpang di atasnya.
Serta jauhkan tekanan besar dari samping kanan kiri, depan dan belakangnya.