TRIBUNJUALBELI.COM - Sejak Virus Corona (Covid-19) menjadi pandemi global, hampir semua kegiatan dilakukan di rumah.
Mulai dari belajar, bekerja dan beribadah dilakukan di rumah.
Tak hanya itu, efek dari pandemi Covid-19 membuat hampir semua rumah makan dan restaurant tutup sehingga tidak ada pilihan lain memasak makanan sendiri.
Rumah menjadi semua aktivitas selama adanya pandemi ini.
Sejak pandemi juga kesadaran manusia berubah di sektor apapun, salah satunya di sektor arsitektur dan rumah tinggal.
Lalu bagaimana cara membuat rumah nyaman di tengah kepungan virus corona?
Andy Rahman, Arsitek dan Owner Andy Rahman Architect menjawab hal ini lewat live di acara Overview Obrolan Virtual (Overview) melalui channel Tribunnews, Kamis (11/06/2020).
BACA JUGA : Ini 3 Prinsip Rumah Sehat dan Nyaman di Tengah Kepungan Virus Corona
Andy menjelaskan bahwa prinsip rumah sehat dan nyaman itu terdiri atas tiga poin yaitu memakismalkan pencahayaan alami, memaksimalkan ventilasi alami dan menyisakan ruang terbuka hijau.
Memaksimakan pencahayaan alami ini memiliki fungsi dari sisi psikologis, yaitu membuat penghuni agar tetap nyaman di rumah.
Selain itu dengan adanya cahaya alami ini bisa mendatangkan cahaya matahari dan bisa membuat virus dan bakteri mati.
Andy menjelaskan untuk membangun rumah di perumahan tetap harus menyisakan ruang terbuka.
"Rumah di perumahan lahan yang terbatas tetap harus menyisakan ruang terbuka hijau di belakang" kata Andy yang merupakan arsitek muda dari Surabaya ini.
Andy juga menambahkan dengan tetap menambahkan ruang terbuka hijau di belakang udara dapat mengalir di belakang
"Hal ini dipertahankan karena di sini fungsinya untk mengalirkan udara masuk, jika pintu dan jendela depan dibuka maka akan mengalirkan udara ke belakang dan udara akan berganti" tambah Andy saat bincang live dengan tim Tribunnews.com.
Namun jika diperlukan untuk menambah space karena anggota rumah bertambah, Andy memberikan solusi untuk menambahkan bangunan ke atas.
( Zahrina Oktaviana / TribunJualBeli.com)