0

5 Penyakit yang Bisa Muncul Ketika Tidak Mematikan Lampu Saat Tidur

Penulis: Zahrina Oktaviana
5 Penyakit yang Bisa Muncul Ketika Tidak Mematikan Lampu Saat Tidur

TRIBUNJUALBELI.COM - Saat tidur, ada yang memilih untuk menyalakan lampu dan ada yang memilih untuk mematikan lampu.

Ada yang merasa tidak bisa tidur ketika mematikan lampu.

Lalu mana yang baik antara menyalakan atau mematikan lampu?

Ternyaa tidur dengan mematikan lampu lebih baik daripada menyalakannya.

Tidur dalam kondisi gelap bisa membuat kualitas tidur yang lebih baik.

Saat menyalakan lampu, maka mata akan terpapar cahaya dan bisa menghambat sel saraf dan menekan pelepasan hormon melatonin yang bisa membantu Anda tertidur.

Otak tidak akan memproduksi hormon melatonin.

Akibat tidak mematikan lampu saat tidur

BACA JUGA : Jangan Disepelekan, Ini Efek yang Bisa Terjadi di Tubuh Ketika Tidur Kurang dari 6 Jam Setiap Malam

Dikutip dari hellosehat, berikut beberapa akibat yang bisa terjadi ketika tidak mematikan lampu saat tidur.

1. Obesitas

Penelitian yang diterbitkan American Journal of Epidemiology, menunjukkan bahwa wanita yang tidur dalam ruangan yang lebih terang cenderung memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang lebih tinggi.


Lingkar pinggang juga lebih besar daripada wanita yang tidur dalam kondisi kamar gelap.

2. Depresi

Penelitian dalam Journal of Affective Disorders menunjukkan bahwa orang depresi memiliki cahaya lampu yang lebih terang pada kamar mereka saat tidur.

3. Insomnia

Saat menyalakan lampu ketika tidur bisa membuat kualitas dan kuantitas tidur menjadi buruk.

Pancaran cahaya bisa membuat rasa kantuk hilang dan membuat sulit tidur.

4. Tekanan darah tinggi

Orang yang mendapatkan banyak paparan cahaya saat tidur mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi.

Hal ini berdasarkan penelitian dalam jurnal Chronobiology International.

5. Kanker payudara

Kejadian kanker payudara lebih tinggi pada wanita yang tinggal di daerah pembangunan perkotaan yang tinggi, banyaknya lampu di jalan raya, pusat perbelanjaan dan rumah.

Hal ini berdasarkan penelitian yang ditemukan oleh International Journal of Health Geographics.