TRIBUNJUALBELI.COM - Membeli mobil bekas kita diharuskan untuk teliti pada berbagai sektor, mulai dari sektor mesin, elektrikal, kaki-kaki, bodi, dan sebagainya.
Namun mobil yang minim perawatan oleh pemilik sebelumnya, paling diketahui dari kondisi mesin seperti adanya keboncoran oli.
Kebocoran oli mesin bisa disebabkan oleh usia mesin yang sudah berumur atau minimnya perawaatan.
Padahal fungsi oli mesin sangat penting, selain fungsi pelumas, oli mesin juga berfungsi sebagai pendinginan mesin, dan menjaga komponen mesin saat terjadi gesekan supaya komponen di dalam mesin lebih awet.
Jika dibiarkan terus menerus, siap-siap mesin akan dilakukan turun mesin (overhaul) akibat besi komponen mesin beradu tanpa pelindung dan rusak parah.
Berikut 4 cara mendeteksi kebocoran oli mesin di mobil bekas yang akan Sobat beli.
1. Cek melalui dipstick
Sebelum dicek, pastikan kondisi mesin dalam keadaan dingin dan lihat banyaknya oli di dipstick.
Pastikan volume oli berada di tengah-tengah, antara batas tertinggi (F, Full) dan terendah (L, Low).
2. Cek kondisi fisik blok mesin
Selain dari dipstick, periksa juga kondisi fisik blok mesin dan kepala silinder.
Kebocoran oli akan ditandai adanya debu pekat di tempat kebocoran yang menempel di blok mesin.
3. Nyalakan mesin mobil 10-15 mesin
Waspadai mesin mobil bekas yang terlalu bersih karena ini membuat Teman Otoseken sulit melihat ada kebocoran oli di area kepala silinder.
Cermati bagian tersebut dengan menyalakan mesin mobil sekitar 10-14 menit dan lihat apakah ada kebocoran di sana.
4. Cek ujung knalpot mobil
Cara terakhir cek bagian ujung knalpot mobil setelah mesin dinyalakan atau sudah test drive.
Bila ada lapisan oli di knalpot atau seperti berminyak, diindikasikan oli bocor masuk ke ruang bakar.
Kondisi yang normal adalah ujung oli kering tidak menimbulkan oli atau berminyak, mesin yang normal biasanya hanya meninggalkan sisa karbon yang kering.
Berita ini telah tayang di otoseken.gridoto.com dengan judul Tips Beli Mobil Bekas, Ini 4 Cara Mengetahui Oli Mesin Bocor