TRIBUNJUALBELI.COM - Penerapan PSBB karena pandemi virus corona membuat banyak orang harus berada dalam rumah dalam waktu lama.
Berbagai kegiatan yang biasa dilakukan di luar rumah seperti belajar/kuliah dan bekerja, kini harus dilakukan di rumah (WFH) dengan bantuan perangkat komputer atau laptop.
Perangkat laptop tentunya sangat diperlukan untuk bisa menyelesaikan tugas, pekerjaan bahkan mengikuti rapat online selama masa WFH.
Begitu pentingnya laptop, membuat kebutuhan laptop ini melonjak drastis pada penerapan WFH saat ini.
Nah buat kamu yang sedang mencari laptop baru, perhatikan hal-hal berikut agar bisa mendapatkan laptop idaman.
BACA JUGA:
Bahaya, Jangan Biasakan Simpan Password Saat Login di Browser
Soalnya, saat ini ada banyak sekali pilihan laptop yang malah membuat bingung.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mempertimbangkan akan membeli laptop baru.
1. Desain
Sebagai alat kerja mobile, laptop harus nyaman dibawa-bawa ke mana saja.
Karena itu pilihlah laptop dengan desain slim, minimalis, ukuran sedang dan bobotnya ringan.
Ukuran sedang ini artinya layarnya jangan terlalu besar (di atas 14 inchi).
Ukuran layar 11 - 13 inchi sudah cukup, kecuali ingin memakai untuk editing video maka perlu layar 15 - 17 inchi.
Dengan layar sedang dan bobot ringan, maka laptop bisa dibawa kemana saja tanpa merasa besar dan berat.
Adapun bobot laptop yang bisa disebut ringan adalah sekitar 1 kg hingga 1,4 kg.
Pilih juga yang baterainya tahan lama agar tidak ribet saat sedang dipakai di mana saja dan jauh dari colokan listrik.
Secara umum kamu bisa melihat angka Wh yang terlihat di spesifikasi baterainya, mirip angka mAh di smartphone.
Makin besar angka Wh, makin besar kapasitas baterainya.
BACA JUGA:
Terinsipirasi dari Perilaku Millenials, Asus Luncurkan Laptop VivoBook S14 dengan 4 Pilihan Warna
2. Spesifikasi
Untuk memilih laptop yang tepat belum tenu harus keluaran terbaru loh.
Apalagi ada vendor yang merilis tipe terbaru tanpa ada peningkatan spesifikasi, sebagai bagian dari strategi marketing.
Bisa jadi hanya diberikan penambahan pilihan warna atau tambahan bonus software.
Yang penting, spesifikasi laptop yang dibeli harus bisa mendukung aktifitas yang dibutuhkan, baik sebagai karyawan, pelajar, mahasiswa, atau profesional.
Pasalnya tiap orang kebutuhannya berbeda, begitu juga uangnya, sehingga calon pembeli harus mengenali betul untuk apa laptopnya nanti.
Secara ringkas, calon pembeli harus membayangkan laptopnya bakal dipakai lebih banyak untuk aktifitas apa.
Apakah sekedar untuk mengetik dan browsing, editing video ringan, editing video profesional, atau main game kelas berat.
Intinya makin kencang kinerja laptop, makin mahal harganya, mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Prosesor
Coba bayangkan, kira-kira kamu bakal lebih banyak memakai laptop baru ini untuk aktifitas apa?
Kalau kamu hanya memakainya untuk keperluan sehari-hari seperti mengetik di Microsoft Office, browsing informasi, nonton film dan mendengarkan musik, maka kamu memerlukan laptop dengan prosesor minimal Intel Core i3 atau AMD Ryzen 3.
Nah, jika kamu ingin memakai laptop ini untuk bermain game kelas ringan hingga menengah maka perlu prosesor minimal Intel Core i5, dan jika ingin main game berat perlu Intel Core i7.
Lain lagi jika kamu ingin memakai laptop untuk editing video biasa hingga menengah, maka perlu prosesor AMD Ryzen 5.
Adapun untuk editing video profesional yang butuh memroses resolusi tinggi (4K), maka diperlukan prosesor AMD Ryzen 7.
Kapasitas RAM
Untuk kebutuhan pekerjaan standar seperti mengetik di Office dan browsing, maka minimal perlu memori RAM 4GB untuk keperluan sehari-hari.
Di atasnya lagi jika ingin memakai untuk main game ringan dan editing ringan, maka perlu memori RAM 8GB.
Bagi kelas profesional yang perlu untuk editing video rdsolusi tinggi dan main game berat maka dibutuhkan RAM 16 GB.
GPU Grafis
Komponen ini harus sangat diperhatikan oleh mereka yang suka main game berat dan editing video.
Jika kamu suka memakai laptop untuk main game, maka perlu kartu grafis NVidia.
Sedangkan para pengguna editing profesional memerlukan grafis AMD Radeon.
Media penyimpanan
Ada dua media penyimpanan yang dipakai di laptop, yaitu hardisk dan SSD.
Harga hardisk jauh lebih murah dibanding SSD, namun kinerja baca-tulisnya kalah cepat.
Kinerja SSD ini akan sangat terasa kecepatannya saat booting, membuka aplikasi atau game, serta baca tulis data.
Karena itu SSD berkapasitas besar dibenamkan di laptop kelas atas, yang harganya belasan juta.
Namun sudah mulai ada produsen laptop yang memberikan SSD kapasitas rendah (128GB) untuk laptop kelas pemula hingga menengah.
Jika pengguna ingin kapasitas penyimpanan lebih besar, bisa menambahkan hardisk yang lebih murah.
Jadi jika ingin memakai laptop hanya untuk aktifitas sehari-hari standar, sudah cukup memakai hardisk.
Sedangkan untuk pemakai gaming dan editing, memang perlu laptop dengan SSD.
3. Bisa upgrade
Setelah dipakai beberapa lama, pengguna biasanya akan merasakan kekurangan performa laptopnya.
Nah hal pertama yang bisa ditambahkan adalah kapasitas memori RAM, agar bisa dipakai untuk main game atau editing video lebih lancar.
Agar bisa ditambah memori RAM, laptop perlu memiliki slot RAM kosong sehingga bisa ditambahkan, misalnya dari RAM 4GB menjadi 8 GB.
Hal lain adalah lebih baik jika laptop yang memakai hardisk, juga memiliki slot SSD sehingga bisa ditambah nantinya.
Setelah ditambah SSD maka, untuk sistem operasi Windows dan aplikasi bisa memakai SSD, sedangkan data bisa ditaruh di hardisk.
4. Sistem operasi bawaan
Laptop dijual dengan dua sistem operasi, yaitu Microsoft Windows resmi dan kosongan dengan sistem DOS.
Harganya tentu lebih murah yang memakai sistem DOS, tapi harus diinstall Windows sendiri agar bisa dipakai.
Karena harga lisensi Windows mahal, sebagian besar tentu akan memakai Windows bajakan yang begitu mudah ditemukan.
Nah buat kamu yang ingin segera memakai laptop yang dibeli dan tak mau repot, maka sebaiknya pilih yang sudah terisi sistem operasi Windows, biasanya Windows 10.
Jadi kamu tak perlu pusing instalasi OS atau membeli lisensi resmi.
Selain itu jika sudah ada Windows 10, maka kamu tak perlu repot lagi mencari driver yang cocok agar laptop bisa berfungsi dengan baik.
5. Service center
Agar tak repot setelah pemakaian beberapa lama, maka pastikan ada garansi resmi dari vendor laptop.
Garansi resmi umumnya 1 tahun, tapi ada yang menambahkan hingga 2 tahun, minimal biaya servisnya.
Jika sebuah laptop punya garansi resmi, maka saat ada masalah cukup bawa laptopnya saja.
Karena sistem servis center vendor ternama biasanya terhubung ke pusat. Jadi dibawa ke service center cabang manapun, bisa langsung diketahui apakah masih masuk garansi atau tidak, lewat serial number sudah tercatat di sana.
Kalau bisa, sebaiknya ada service center yang dekat atau searah rumah, jadi tak perlu pusing saat laptop ada masalah.
Soalnya ada merek laptop yang service centernya belum luas, sehingga saat ada masalah laptop harus dikirim ke luar kota dulu, yang tentu memakan waktu lama.
(Nextren.Grid/Wahyu Subyanto)
Artikel ini telah tayang di Nextren.Grid dengan judul 5 Tips Memilih Laptop untuk Belajar dan Bekerja, Pemula Wajib Tahu Nih!