TRIBUNJUALBELI.COM - Kabar duka kembali menyelimuti dunia musik Tanah Air.
Salah satu penyanyi campur sari ternama yang dikenal sebagai The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot meninggal dunia hari ini di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5/2020) pukul 07.30 WIB pada usia 53 tahun.
Untuk kepastian penyebab meninggalnya sang legenda, hingga saat ini masih dikonfirmasi.
Kakak Kandung Didi Kempot, Lilik, mengatakan akhir-akhir ini adiknya kelelahan karena banyak kegiatan.
"Kalau saya prediksi ya begitu, kecapekan," ungkap Lilik dalam wawancara dengan Kompas TV.
Lilik mengatakan, selama ini Lord Didi tidak pernah mengeluhkan sakit.
"Dia enggak bilang kalau ngomong sakit betul, enggak ngomong," kata Lilik.
Soal riwayat penyakit penyanyi dengan nama lengkap Dionisius Prasetyo, Lilik pun mengatakan adiknya tak memiliki riwayat penyakit apapun.
Namun jika Didi Kempot meninggal karena kelelahan, bagaimana hal ini sangat berakibat fatal?
Bekerja terlalu lama atau terlalu giat bisa menyebabkan level stres yang sangat tinggi.
Apalagi jika sebelumnya Anda juga tak memiliki istirahat yang cukup.
Saat stres, jantung akan bekerja lebih keras dari biasanya.
Dilansir dari Kompas.com dalam artikel di laman Time.com, dr. Alan Yeung, direktur medis di Stanford Cardiovascular Health, mengatakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat stres tinggi akan mengalami peningkatan irama jantung dan tekanan darah.
Kedua kondisi itulah yang kemudian akan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan gagal jantung, terutama pada mereka yang telah memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya
Sebenarnya, hubungan antara jam kerja yang panjang dan penyakit jantung sendiri belum bisa dijelaskan secara gamblang.
Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa hormon kortisol dan epinephrine yang dilepaskan saat stres, turut menyumbang masalah jantung pada mereka yang bekerja lembur.
Apakah hal ini sering terjadi?
Sebenarnya, kelelahan sampai menyebabkan kematian bisa saja terjadi.
Menurut dr. Yeung, kematian akibat gagal jantung yang disebabkan oleh stres sangat mungkin, tetapi kasusnya cukup jarang.
Penyakit jantung akibat kelelahan karena bekerja terlalu lama mungkin terjadi dan meningkat risikonya apabila orang tersebut telah memiliki beberapa masalah kesehatan sebelumnya, seperti riwayat penyakit jantung atau stres berkepanjangan.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kelelahan tidak secara langsung menyebabkan kematian akibat penyakit jantung.
Namun, kondisi stres berkepanjangan dan iskemia-lah yang menyebabkan risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat.
Cara mencegah kelelahan akibat bekerja
Ada kalanya, Anda harus bertahan dengan pekerjaan karena deadline yang mengikat.
Kalau sudah begitu, mau tidak mau, Anda harus bekerja lembur untuk menyelesaikannya.
Beberapa tips yang bisa diikuti untuk mencegah kelelahan akibat bekerja, yaitu:
- Makan camilan sehat di tengah pekerjaan
- Hindari makanan/minuman bergula siap saji
- Tidur cukup
- Hindari pemicu stres
- Kurangi konsumsi kafein
- Minum yang cukup
- Lebih aktif bergerak
- Bercanda dengan rekan kerja. Humor diketahui dapat meningkatkan fungsi jantung dan produktivitas kerja
- Pastikan kondisi yang memicu penyakit jantung, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol terkontrol dengan baik
Kelelahan memang tidak menyebabkan kematian secara langsung.
Namun, apabila tetap merasa lelah padahal telah menerapkan pola hidup sehat, ada baiknya berkonsultasi ke dokter.
Apa yang Anda alami bisa saja merupakan sinyal kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan lebih serius. (*)