TRIBUNJUALBELI.COM - Di tengah pendemi COVID-19, banyak yang melakukan WFH (work from home).
Namun, menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan, bahwa selama diterapkan kebijakan work from home (WFH) angka kecelakaan lalu lintas di DKI Jakarta meningkat.
Bahkan selama satu pekan angka kecelakaan naik menjadi sebanyak 16 persen.
"Selama 37 hari sebelum Work From Home (WFH) dari tanggal 8 Febuari sampai dengan 15 Maret 2020 sejumlah 25 kasus. Sedangkan 37 hari saat WFH 16 Maret- 21 April 2020 sejumlah 29 kasus, jadi ada kenaikan sekitar 16 persen," kata Fahri saat dihubungi GridOto.com, Kamis (23/4/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan work from home (WFH) untuk mencegah penularan wabah Corona.
BACA JUGA: Begini Tips Menggunakan Whatsapp Saat WFH di Tengah Pandemi COVID-19
Kebijakan WFH ini berdampak terhadap arus lalu lintas di Jakarta.
Turunnya tingkat kemacetan ini ditandai dengan adanya penurunan volume kendaraan di jalan raya. Bahkan volume kendaraan di pintu keluar tol berkurang cukup tajam selama WFH ini.
Meski begitu, hal ini tidak membuat Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengurangi personel di lapangan.
Hanya, personel di lapangan diimbau agar menghentikan sementara razia dan penilangan untuk menghindari risiko penularan COVID-19.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga memaksimalkan sosialisasi soal virus Corona ke personel.
Bahkan setiap personel diimbau untuk selalu menggunakan masker saat bertugas di lapangan.
Artikel ini telah tayang dilaman GridOto.com dengan judul Bukannya Turun Angka Kecelakaan Justru Naik Selama WFH, Ini Angkanya