0

Ini 5 Bahaya Kalau Tetap Nekad Mudik di Tengah Mewabahnya Covid-19,

Penulis: dillamichiko
Ini 5 Bahaya Kalau Tetap Nekad Mudik di Tengah Mewabahnya Covid-19,

TRIBUNJUALBELI.COM - Di tengah mewabahnya virus Corona, pasti bagi umat muslim di Indonesia, Ramadan tahun 2020 ini bakal berbeda.

Pasalnya situasi yang tidak memungkinkan di tengah pandemik corona ini, berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan saat Ramadan terpaksa enggak bisa kita lakukan.

Mulai dari salat Tarawih di mesjid, buka puasa bersama, keliling bangunin orang sahur, bahkan hingga mudik ke kampung halaman. 

Buat kita yang masih nekad pengin mudik di tengah pandemik corona ini, coba dipikir-pikir lagi.

BACA JUGA: Simak Jawaban Mengenai Kapan Wabah Virus Corona Bisa Cepat Berakhir?

Bakal banyak dampak negatif dan bahayanya! 

Simak ulasanya berikut ini.

1. Tertular virus corona saat berada di transportasi umum

Saat baru berangkat mudik, mungkin aja kita belum terinfeksi virus corona.

Tapi, ketika kita udah ketemu banyak orang bahkan sampai berdesak-desakan di transportasi umum yang kita pilih untuk mudik, ada kemungkinan kita bisa tertular virus corona.

Karena kita enggak tahu, dari sekian banyak orang yang naik pesawat, bis, atau kereta, bisa aja ada satu atau dua yang merupakan silent carrier virus berbahaya tersebut.


2. Menularkan covid-19 ke lebih banyak orang di daerah

Semua orang memiliki risiko terinfeksi virus corona tanpa menunjukkan gejala apapun.

Ataupun bisa aja menjadi silent carrier dan enggak menyadarinya.

Nah, saat kita berstatus sebagai silent carrier dan tetap nekad pergi mudik ke kampung halaman, ada kemungkinan kita bakal menularkan virus corona ke lebih banyak orang di daerah.

Kalau seperti ini gimana pandemik ini mau segera berakhir?

3. Masa tanggap darurat bakal diperpanjang lebih lama lagi

Karena rantai penyebaran virus corona semakin meluas dan menjerat banyak korban, kemungkinan masa pandemik virus ini pun bakal lebih panjang lagi.

Apalagi kalau vaksin untuk menyembuhkan covid-19 belum tersedia dengan jumlah yang banyak.

Masa tanggap darurat corona di berbagai daerah pun bakal diperpanjang lebih lama lagi.

Mau sampai kapan terus-terusan di rumah? Pengin pendemik ini segera berakhir, kan? 


4. Korban meninggal akibat virus corona bakal lebih banyak

Semakin banyak korban yang positif terinfeksi virus corona, maka semakin tinggi pula risiko jumlah pasien yang meninggal akan penyakit tersebut.

Enggak mau jadi penyebab dari semakin banyaknya korban yang terinfeksi virus corona, kan?

Apalagi sampai menularkannya ke keluarga di kampung halaman.

5. Banyaknya pasien enggak sebanding dengan fasilitas dan jumlah tenaga medis 

Kalau kita sampai tetap 'ngotot' mudik, maka jangan kaget kalau nanti jumlah pasien yang positif virus corona bakal membludak.

Bayangkan kalau banyak pasien positif yang tinggal di daerah-daerah yang notabene fasilitas kesehatannya yang kurang memadai.

Belum lagi tenaga medis yang jumlahnya juga enggak sebanding dengan jumlah korban covid-19.

Entah akan ada berapa banyak pasien yang terabaikan dan jumlah korban yang berjatuhan?

Pastinya kita enggak pengin situasi chaos kayak gini sampai terjadi di Indonesia, kan?


Memang berat di saat kita enggak bisa pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran.

Namun hal ini untuk kepentingan dan keselamatan kita semua.

Yuk, sama-sama menahan diri dan tetap di rumah aja sampai situasi kondusif dan pandemik ini berakhir.

Kalau semua udah selesai, kapanpun kita bisa pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu sama keluarga! (*) 

Artikel ini telah tayang dilaman Cewekbanget.grid.id dengan judul #HadapiCorona dengan Enggak Mudik. Ini 5 Bahaya Kalau Kita Tetap Nekad Mudik!