TRIBUNJUALBELI.COM - Banyak pihak berupaya sebisa mungkin untuk mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.
Salah satu cara yang dilakukan selain menjaga jarak dengan melakukan physical distancing adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan.
Penyemprotan cairan berisi bahan kimia ini diharapkan dapat membunuh virus yang mungkin saja berada di sekitar kita.
Belakangan masayarakat juga menerima informasi edukasi soal pembuatan cairan disinfektan secara mandiri dengan mencampurkan cairan-cairan pembersih atau pemutih pakaian yang ada di rumah dengan air.
Dosis campuran
Untuk campuran ini tentu ada perbandingan tersendiri agar dosisnya sesuai dan bisa menjadi cairan disinfektan yang bermanfaat dan tidak membahayakan.
Salah satu perbandingan yang dianjurkan adalah mencampurkan 4 sendok teh cairan pemutih pakaian dengan 1 liter air.
BACA JUGA : Cegah Virus Corona, 18 Produk Pembersih Rumah Tangga Ini Cocok Sebagai Disinfektan
Aduk kedua jenis cairan itu, lalu semprotkan ke benda-benda yang ingin kita sterilkan.
Dosen Kimia Universitas Diponegoro, Nor Basid Adiwibawa Prasetya menyebut disinfektan yang dibuat dengan larutan bahan kimia rumahan tersebut aman digunakan.
"Aman saja, asal tidak sampai terminum," jawab Nor Basid saat dihubungi 21 Maret lalu.
Tempat yang disemprot
Dia pun menjelaskan, cairan disinfektan itu bisa disemprotkan ke segala penjuru bagian rumah atau lingkungan sekitar rumah, kecuali alat-alat yang digunakan untuk keperluan konsumsi.
"Seluruh rumah tidak mengapa, tapi jangan ke peralatan masak, peralatan makan-minum," jelasnya.
Selain itu, penyemprotan juga jangan sampai mengenai makanan atau kemasan makanan
. Keduanya tidak perlu disemprotkan disinfektan, karena hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan makanan dapat menularkan virus corona.
Sehingga, untuk memastikan higienitasnya cukup dengan memperhatikan keamanan pangan standar saja.
BACA JUGA : Penggunaan Bilik Desinfeksi Membahayakan Kesehatan? Simak Penjelasannya
Manfaat
Sementara itu dilansir dari Wired, kita harus melakukan membersihkan dan menyemprotkan disinfektan terhadap barang-barang atau area di sepenjuru rumah, meskipun tidak ada satu orang pun anggota keluarga kita yang sakit.
Membersihkan berarti hanya mencuci atau mengelap bagian permukaan barang, sementara menyemprotkan disinfektan berarti mematikan patogen virus yang mungkin saja ada di permukaan barang atau suatu area.
Barang pertama kali harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum disemprot menggunakan disinfektan, bisa dengan dilap, atau disemprotkan begitu saja.
Rutin dilakukan
Pembersihan dan penyemprotan ini disebut perlu untuk dilakukan setiap hari, apabila ada barang baru atau orang luar yang keluar atau masuk ke dalam rumah Anda.
CDC menyarankan, pembersihan dan penyemprotan disinfektan ini dilakukan sekali dalam satu hari, terutama pada benda atau bagian yang paling banyak disentuh.
Misalnya gagang pintu, permukaan meja, tombol lampu, remot, dan sebagainya.
Tidak hanya itu, paket atau barang kiriman yang masuk ke rumah juga penting untuk disemprotkan disinfektan. Mengapa?
Peneliti telah menemukan bahwa virus corona dapat bertahan hidup di permukaan suatu benda, salah satunya kotak karton atau kardus selama 24 jam.
Jadi tidak ada salahnya kita menyemprotkan disinfektan pada benda-benda kiriman tersebut untuk meminimalisir risiko adanya virus.
Barang elektronik
Sementara itu, untuk produk elektronik yang juga dimungkinkan menjadi tempat hidup virus sepertii ponsel, tablet, dan gadget, karena sangat sering disentuh.
Namun, jangan semprotkan disinfektan ke permukaannya, karena hal itu bisa saja membuat produk-produk elektronik tersebut rusak.
Cukup dilap saja sedikit cairan disinfektan menggunakan kain tipis atau tisu.
Selain disinfektan, bisa juga gunakan cairan alkohol dengan kandungan 70 persen. (Kompas.com/Luthfia Ayu Azanella)
Artikel ini sudah tayang di laman Kompas.com dengan judul Perhatikan, Begini Cara Penggunaan Cairan Disinfektan yang Benar