0

Pemuda Jogja Gosong Tersambar Petir Saat Dengarkan Lagu di HP Menggunakan Headshet

Penulis: Andra Kusuma
Pemuda Jogja Gosong Tersambar Petir Saat Dengarkan Lagu di HP Menggunakan Headshet

TRIBUNJUALBELI.COM - Larangan untuk bermain ponsel saat hujan terlebih sambil mengisi daya baterai nyatanya bukan bualan belaka.

Pasalnya hal itu memang berisiko membuat kita bisa tersambar petir.

Seperti yang dialami seorang pemuda bernama Muhammad Farhan Alhalwani (18) asal Bantul, Yogyakarta.

Diberitakan Kompas.com (21/02/2020), Farhan dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka cukup parah setelah tersambar petir di rumahnya.

Kejadian ini terjadi berawal ketika Farhan sendirian di rumah tengah asyik bermain ponsel menggunakan headset sambil mengisi daya baterai.

Baca Juga: 3 Cara Agar Rumah Tetap Aman dari Petir Saat Musim Hujan

Saat itu cuaca hujan lebat disertai dengan petir tengah mengguyur sekitar lokasi kediamannya.

Menurut penuturan sang nenek, Sariyem memang sudah mendapati pintu rumah sudah terbuka, dan tak ada orang di dalam.

"Saat pulang sudah kosong, waktu itu hujan deras dan kondisi gelap," kata Sariyem saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/2/2020).

Tercium bau gosong dari kamar Farhan, Sariyem sempat panik dan mencari cucunya di setiap sudut rumah, tapi tidak ditemukan.


 

Ternyata, Farhan berada di rumah pamannya yang berada tak jauh dari lokasi.

Saat ditemukan kondisi Farhan sangat mengenaskan sebab beberapa anggota tubuhnya terlihat sudh gosong terbakar.

"Farhan ditolong, ada luka pada bagian kepala.Rambutnya gosong, wajahnya luka, pundak dan tangan kiri gosong. Tapi Farhan sadar, bisa berkomunikasi," ucap Sariyem.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati.

Dari pengamatan Kompas.com, headset dan ponsel rusak parah, kasur berlubang seperti terbakar, dan tiang beton rusak ringan.

Headset, ponsel, dan penambah daya masih tertancap. Kakek korban, Zamari menambahkan, sampai saat ini korban masih dirawat dan kondisinya membaik.

"Tadi berpesan sama bapaknya agar saya tidak membersihkan dulu kamarnya, agar dirinya mengetahui kondisi kamarnya," ucap Zamari.

"Tadi malam listrik yang sejalur dengan rumah saya mati juga. Namun yang lainnya tetap hidup," ucap Zamari.

Melihat kejadian yang dialami Farhan tentu sangat mengkhawatirkan, pasalnya sembaran petir sangat berbahaya.

Melansir dari medlineplus.gov, dibandingkan dengan luka bakar lainnya, sengatan listrik atau petir memang lebih berbahaya karena luka yang terlihat di permukaan sering kali tidak menggambarkan kondisi asli dari korban.

Terlebih tubuh manusia ternyata merupakan penghantar listrik yang baik.

Sehingga apabila manusia tersengat listrik atau tersambar petir, maka aliran tersebut bisa dihantarkan ke seluruh organ tubuh yang menyebabkan kerusakan sangat luas.


 

Biasanya kerusakan terbesar ini terjadi pada jaringan saraf, pembuluh darah, dan otot.

Hal ini disebabkan oleh resistensi organ tersebut yang lebih rendah sesuai dengan hukum Ohm (arus listrik).

Aliran listrik ini dapat menyebabkan cedera serius pada organ tubuh, seperti terganggunya sistem saraf dan otot, menimbulkan luka bakar pada kulit seperti Farhan.

Serta yang paling parah adalah penurunan atau peningkatan tekanan darah, kerusakan otot jantung, gangguan irama jantung, infark koroner, nyeri dada, sampai jantung berhenti yang menyebabkan kematian.

Untungnya risiko terbesar dari tersambar petir tersebut tidak dialami Farhan.

Namun belajar dari kejadian tersebut, ada baiknya kita menghindari bermain ponsel sambil mengisi daya baterai, terlebih saat hujan petir melanda.

Berita ini telah tayang di Gridhealth.com dengan judul Remaja Asal Jogja Gosong Tersambar Petir di Kamarnya Akibat Bermain Ponsel Saat Hujan Lebat