0

Mengenal Lebih Dekat Kanker Serviks yang Menyebabkan Julia Perez Meninggal Dunia

Penulis: ANDKP
Mengenal Lebih Dekat Kanker Serviks yang Menyebabkan Julia Perez Meninggal Dunia

TRIBUNJUALBELI.COM - Mengenal Kanker Serviks yang Mengakibatkan Julia Perez Meninggal Dunia

Hari Sabtu, 10 Juni 2017 pukul 11:12 WIB dunia hiburan kembali diselimuti duka.

Setelah beberapa waktu lalu artis senior Yana Zein meninggal dunia, sekarang ini kabar tersebut datang dari aktris sekaligus penyanyi dangdut Yuli Rachmawati atau Julia Perez.

Pelantun lagu belah duren ini menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah melawan ganasnya kanker serviks.

Penyakit seperti apa kanker serviks itu? Sehingga membuat Julia Perez tak mampu membendung penyakit ini.

Kanker serviks atau disebut juga kanker leher rahim merupakan jenis penyakit kanker nomor tiga di dunia.

Ya, kanker serviks memang merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia.

Di Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus kanker serviks terbanyak.

Keganasan dan bahaya kanker serviks bisa menyerang wanita mana saja tidak memandang umur, ras dan golongan

Perkembangan kanker jenis ini sulit dideteksi, perjalanan dari virus menjadi kanker serviks membutuhkan waktu cukup lama skitar 10-20 tahun.


Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa menimbulkan gejala seperti susah buang air kecil, rasa nyeri dan keputihan tidak normal.

Penyakit kanker serviks disebabkan infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) atau virus papiloma manusia.

Apabila kanker serviks sudah menyentuh stadium akhir, seperti yang diderita oleh Jupe maka sulit sekali untuk bisa disembuhkan.

Maka dari itu, bagi wanita wanita di Indonesia jangan malu atau takut untuk memeriksakan kanker sejak dini.

Hal-hal lain yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks adalah:

1. Hindari kontak dengan human papilloma virus (HPV)

Karena HPV merupakan penyebab utama kanker serviks, menghindari paparan HPV bisa membantu Anda mencegah penyakit ini.

HPV ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan cara kontak dengan kulit yang terinfeksi ke kulit dengan daerah yang terinfeksi.

HPV juga dapat menyebar lewat hubungan seks - termasuk vaginal, anal, dan oral.

Cobalah untuk mencegah infeksi HPV genital dengan tidak membiarkan orang lain yang Anda tidak pasti riwayat kesehatannya melakukan kontak dengan daerah anal atau genital Anda.

2. Gunakan kondom


Kondom memberikan perlindungan terhadap HPV tetapi tidak 100 persen mencegah infeksi.

Beberapa penelitian mengatakan, menggunakan kondom dengan benar setiap kali Anda melakukan hubungan seks, dapat menurunkan tingkat infeksi HPV sekitar 70 persen.

3. Jangan merokok

Tidak merokok adalah cara penting lain untuk mengurangi risiko kanker serviks. Racun rokok adalah bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dan bertambah ganas.

4. Vaksinasi

Vaksin HPV berguna untuk mencegah infeksi HPV tetapi tidak lmengobati infeksi yang sudah ada.

Itu sebabnya, vaksin HPV harus diberikan sebelum seseorang terkena HPV.

Rekomendasi American Cancer Society, vaksinasi HPV rutin untuk anak perempuan dan anak laki-laki harus dimulai pada usia 11 atau 12.

Seri vaksinasi bisa dimulai sejak usia 9.

Avaksinasi HPV juga dianjurkan untuk wanita berusia 13 sampai 26 tahun dan untuk laki-laki berusia 13 sampai 21 tahun yang belum divaksin, atau yang sudah mulai tapi tidak menyelesaikan serinya.

Pria berusia 22 sampai 26 tahun juga dapat divaksinasi.


'Selamat Jalan Kak Julia Perez, Semoga Tenang disisi sang Pencipta dan diterima amal ibadahnya. #RIPJupe