TRIBUNJUALBELI.COM - Apakah teman-teman suka memakai topi? Topi memang memiliki berbagai fungsi.
Ada yang menggunakan topi untuk melindungi diri dari sengatan cahaya Matahari.
Ada juga yang menggunakan topi sebagai fashion dan ingin terlihat lebih cantik atau keren.
Baca Juga: Wah, Astronom Menemukan Bintang Terkecil di Alam Semesta, Seperti Apa?
Karena itulah, topi memiliki desain yang bermacam-macam. Ada topi snapback, topi fedora, topi koboi, dan lain-lain.
Namun, beberapa orang percaya bahwa kebiasaan memakai topi justru malah membuat rambut cepat rontok dan kita bisa mengalami kebotakan.
Benarkah begitu? Ataukah ini hanya sekadar mitos? Yuk, cari tahu penjelasannya di sini!
Penyebab Rambut Rontok
Banyak orang mengaitkan topi dan kebotakan karena melihat orang-orang yang berusaha menutupi kebotakannya dengan memakai topi.
Nah, menurut seorang dermatolog di UCLA Health bernama Kak Harley Goldbach, topi yang terlalu sempit mungkin bisa menyebabkan iritasi dan peradangan pada folikel rambut.
Namun, seharusnya topi tidak menjadi penyebab utama kerontokan rambut, melainkan hanya menjadi salah satu penyebabnya.
Yap, rambut yang rontok dan kebotakan bisa disebakan oleh beberapa hal, teman-teman.
Terlalu kencang menarik rambut ke belakang, seperti memakai ikatan ekor kuda, bisa menyebabkan tekanan yang menarik folikel rambut.
Jika kita melakukan hal ini selama bertahun-tahun, tekanan ini bisa menyebabkan rambut rontok.
Sedangkan kebanyakan orang tidak memakai topi sekencang itu sampai menyebabkan rambut rontok.
Menurut penelitian, genetika jauh lebih berperan dalam menyebabkan kerontokan rambut daripada topi.
Baik pada laki-laki maupun perempuan, kebotakan biasanya diawali dengan rangsangan genetik terhadap hormon dihydrotestosterone (DHT) yang berada di kulit kepala dan bagian tubuh lainnya.
Ketika bertemu dengan DHT, folikel rambut bereaksi dengan menyusut.
Topi Hanya Jadi Salah Satu Penyebab Kerontokan
Namun, bahan yang digunakan untuk membuat topi memang bisa menyebabkan kebotakan.
Jika topi menyebabkan reaksi alergi di kulit kepala, hal itu bisa menyebabkan peradangan yang berujung pada kerontokan rambut.
Apalagi bila orang tersebut memang sudah memiliki bakat genetik untuk kebotakan, reaksi alergi terhadap topi bisa mempercepat prosesnya.
Kemudian pada kasus yang lebih langka, garam dari keringat yang menempel pada topi bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan peradangan juga.
Namun, para ahli setuju bahwa pemakaian topi memiliki kemungkinan yang sangat kecil dalam menyebabkan kebotakan.
Topi justru bisa melindungi kulit kepala dan wajah penggunanya dari kerusakan ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker kulit.
Berita ini telah tayang di Bobo.grid.id dengan judul