TRIBUNJUALBELI.COM - Siapa bilang polusi hanya bisa ditemukan di luar ruangan? Justru, polusi
indoor
Kadang tak terlihat bisa berakibat lebih fatal jika tidak segera ditanggulangi.
Akibat fatal ini bisa menjadi awal mula kalian terkena sakit pusing dan sesak nafas.
Berikut jenis jenis polusi yang ada di dalam ruangan.
Debu Membandel
Merasa hunian Anda bersih dan bebas debu? Tak ada salahnya Anda mulai memerhatikan pojokan ruang yang tak terjangkau dalam rumah tinggal Anda.
Jika tak dibersihkan dalam jangka waktu berhari-hari, dengan mudahnya, debu dapat bersarang di sana.
Contohnya saja nat lantai.
Mengingat ukurannya kecil dan sulit dibersihkan, nat seringkali menjadi biang penyimpan debu, bahkan bakteri pembawa penyakit.
Selain nat lantai, perhatikan pula kebersihan karpet dalam hunian Anda, mengingat karakternya yang “rimbun”, sehingga debu, bakteri bahkan serangga betah berdiam di sana.
Sirkulasi Udara Buruk
Tak sedikit desain rumah modern mengesampingkan keberadaan penghawaan serta bukaan di setiap ruangannya.
Padahal, penghawaan yang baik, dapat menjadi area pertukaran udara, sehingga udara-udara yang telah mengikat debu, zat kimia hingga bakteri pembawa penyakit bisa keluar dengan sendirinya.
Namun, apa yang terjadi, ketika jumlah dan ukuran bukaan tersebut tak bisa memfasilitasi pertukaran udara ini? Kandungan zat-zat berbahaya akan tetap mendekam dalam hunian, bahkan menempel di furnitur dan dapat dihirup penghuni.
Produk Berbahan Kimia
Dengan jumlah yang tak terhitung, produk-produk kimiawi senantiasa mendominasi kehidupan manusia.
Mulai dari cairan-cairan pembersih hingga lapisan cat dinding, merupakan produk pabrikasi yang mengandung zat-zat kimia.
Para-diclorobenzene merupakan salah satu contoh zat kimia berbahaya, yang kerap kali ditemukan dalam pengharum ruangan serta kamper.
Mencegah Polusi Indoor
Merasa kebingungan mencegah polusi indoor menghampiri hunian Anda? Jangan khawatir, terdapat beberapa cara mudah guna mengatasi hal ini. Selamat mencoba!
1. Kurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam hunian Anda.
Bila kelak Anda terpaksa harus menggunakannya, jauhkan produk tersebut dari ruangan-ruangan yang ditinggali oleh sang buah hati.
2. Mulailah rutin membersihkan sudut-sudut tak terjangkau dalam hunian Anda, setidaknya seminggu dua kali.
3. Hindari peletakan karpet berbulu tebal pada area istirahat, terutama bila Anda atau anggota keluarga Anda memiliki alergi terhadap debu.
4. Pasang penyaring udara elektronik, agar udara yang Anda hirup dalam ruangan tersebut dapat bersih dan segar kembali.
5. Taruh juga tanaman penyaring polutan, terutama dalam ruangan-ruangan yang mungkin memiliki debu, bakteri, ataupun asap dalam jumlah banyak.
Berita ini telah tayang di Idea.grid.id dengan judul Kenali Polusi Udara di Hunianmu, Mulai dari Debu hingga Penggunaan Kamper!