TRIBUNJUALBELI.COM - Melakukan siaran langsung atau yang lebih dikenal dengan Live Streaming saat ini semakin marak dilakukan pengguna media sosial seperti Facebook, Instagram dan tentunya Youtube.
Live streaming dinilai lebih memiliki arti tersendiri karena membuat pengikutnya di media sosial terlihat berinteraksi secara langsung.
Tapi ternyata kegiatan live streaming ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menipu.
Kejadian ini terjadi di negara Tiongkok.
Ada yang menarik dalam 'tren' penipuan yang terjadi di Tiongkok sepanjang tahun 2019 kemarin.
Dilansir dari South China Morning Post, tiga sektor yang paling sering dimanfaatkan oleh penipu adalah layanan finance, gaming, dan pekerjaan part-time.
Bukan cuma itu, salah satu sektor baru yang punya potensi jadi ladang penipuan adalah layanan live streaming.
Tahun lalu, kasus penipuan yang terjadi di Tionkok berdasar pantauan Qihoo 360 mencapai 3.314 kasus.
Di antara banyaknya kasus penipuan keuangan yang terjadi, kerugian tertinggi menggunakan modus cryptocurrency.
Jumlahnya sampai 134.522 Yuan atau sekitar Rp 267 jutaan.
Tren mata uang digital dan bitcoin memang semakin marak tahun lalu.
Para penipu ini biasanya menggunakan layanan live streaming untuk menipu para penontonnya.
Layanan live streaming sendiri tercatat jadi platfom online teratas dengan angka penipuan tertinggi.
Jumlah kerugiannya mencapai 134.729 Yuan atau sekitar Rp 267,8 jutaan.
Dalam beberapa kasus, para penipu ini bahkan dengan sangat niat membuat platform baru yang khusus digunakan untuk menipu.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, modus yang digunakan adalah memberikan tutorial seputar cryptocurrency dan sejenisnya.
Para penipu ini berperan sebagai mentor dan diam-diam memeras para penonton.
Pentonton yang tertarik akan mulai mengirimkan sejumlah uang yang dipercayanya sebagai modal dan investasi.
Di Tiongkok, strategi semacam ini bisa dibilang mudah untuk dilakukan.
Kemajuan teknologi yang pesat membuat banyak orang bisa mengakses internet dengan mudah.
Sayangnya pengetahuan seputar cryptocurrency yang mereka miliki masih belum cukup baik.
Selain lewat layanan streaming, fasilitas digital lain yang sering dimanfaatkan penipu Tiongkok adalah aplikasi chatting.
Dua aplikasi yang paling populer adalah WeChat dan QQ, masing-masing punya 1,2 miliar dan 731 juta pengguna.
Tahun ini diprediksi kasus penipuan di dunia digital akan semakin banyak terjadi lewat platform yang lebih beragam.
Berita ini telah tayang di Nextren.grid.id dengan judul Situs Live Streaming Jadi Ladang Penipuan Favorit di Tiongkok