TRIBUNJUALBELI.COM - Pada awal tahun 2020 ini, banjir kembali menerjang di beberapa wilayah Indonesia, khususnya Jakarta.
Banyak mobil, motor, hingga rumah yang terendam banjir.
Nah, harus dikehatui, motor yang habis terendam banjir sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan jangan langsung dinyalakan, apa sebabnya?
Akibat hujan deras yang terjadi beberapa waktu yang lalu, banyak kendaraan bermotor yang terendam genangan air banjir.
Meskipun air banjir sudah surut dan jalanan kembali bisa dilalui, inilah alasan mengapa motor jangan langsung dinyalakan sehabis terendam air.
BACA JUGA:
Terjang Banjir, Berikut Rekomendasi 5 Mobil Bekas 'Siap Berenang' Harga Mulai Rp 55 Jutaan
"Sebab ada kemungkinan air masuk ke dalam mesin dan risiko terjadi kerusakan dan korsleting di jalur kelistrikan motor," ujar Misto, owner bengkel Java Motor Sport, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pada saat motor dalam kondisi parkir dan terendam, air bisa masuk melalui beberapa bagian seperti knalpot, filter udara, hingga CVT di motor matic.
Jika air masuk mesin, prosesnya hanya perlu kuras oli hingga air yang masuk terbuang seluruhnya.
Namun ingat, ada beragam perangkat kelistrikan di motor juga yang rentan rusak kalau mesin dinyalakan dalam kondisi basah.
"Risiko korslet ini bisa terjadi terutama buat motor modern yang sudah dilengkapi sistem injeksi yang dilengkapi beragam sensor," jelasnya.
Sebelum bisa kembali dinyalakan dan digunakan, periksa, bersihkan dan keringkan seluruh komponen kelistrikan di motor.
"Perlu bongkar bodi dan sedikit repot namun tentu lebih aman dari risiko terjadinya kerusakan lebih parah," yakin Misto.
Itu alasannya kenapa motor tidak disarankan untuk langsung dihidupkan setelah terendam banjir.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih banyak pada motor kamu.
Artikel ini telah tayang dilaman GridOto.com dengan judul Kenapa Motor yang Habis Terendam Banjir Tidak Boleh Dihidupkan?