TRIBUNJUALBELI.COM - Tubuh manusia membutuhkan istirahat setelah beraktivitas seharian.
Tidur pada malam hari merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan.
Lalu, apa yang terjadi ketika seseorang tidak tidur?
Dampak yang Terjadi di Tubuh Jika Tidak Tidur
Ketika seseorang tidak tidur selama 24 jam, mungkin kamu membayangkan seseorang yang terlihat lelah, lesu, dan mengantuk.Namun, rupanya reaksi awal yang dilakukan tubuh adalah sebaliknya.
Saat seseorang sudah bangun selama 24 jam, ia tampak terlihat enerjik, positif, dan senang.
BACA JUGA : Menjadi Salah Satu Gangguan Tidur, Simak 4 Cara Menghindari Mengigau Saat Tidur
Kondisi itu disebabkan oleh otak yang melepaskan hormon dopamin yang berlebih.
Hormon itu dilepaskan sebagai hormon yang menyebabkan rasa senang, sebagai penyeimbang karena kondisi kurang tidur.
Namun, itu tidak akan bertahan lama, teman-teman. Karena setelahnya kondisi tubuh akan mulai terganggu.
Jika seseorang tidak segera beristirahat dan masih tidak tidur sampai 48 jam, tubuhnya akan mulai menurun kondisinya.
Tubuh seseorang yang tidak tidur selama 48 jam akan merasa kelelahan karena tubuh tidak bisa mengolah zat gula dengan benar, sehingga energi pun jadi menurun dan sistem imun melemah.
Orang itu mulai terlihat pucat dan membuat keputusan yang tidak dipikirkan baik-baik.
Jika diteruskan tidak tidur, orang itu bisa berhalusinasi dan sulit memahami mana hal yang nyata.
Menurut penelitian, jika itu diteruskan, orang yang tidak tidur selama 14 hari bisa berdampak pada kesehatan tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Bahkan, jangankan tidak tidur sampai berhari-hari, kurang waktu tidur setiap hari juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.
Dampak Kalau Kebutuhan Tidur Tidak Tercukupi
Ketika seseorang tidak tidur selama 24 jam, mungkin kamu membayangkan seseorang yang terlihat lelah, lesu, dan mengantuk.
Namun, rupanya reaksi awal yang dilakukan tubuh adalah sebaliknya.
Saat seseorang sudah bangun selama 24 jam, ia tampak terlihat enerjik, positif, dan senang.
Kondisi itu disebabkan oleh otak yang melepaskan hormon dopamin yang berlebih.
Hormon itu dilepaskan sebagai hormon yang menyebabkan rasa senang, sebagai penyeimbang karena kondisi kurang tidur.
Namun, itu tidak akan bertahan lama, teman-teman. Karena setelahnya kondisi tubuh akan mulai terganggu.
Jika seseorang tidak segera beristirahat dan masih tidak tidur sampai 48 jam, tubuhnya akan mulai menurun kondisinya.
Tubuh seseorang yang tidak tidur selama 48 jam akan merasa kelelahan karena tubuh tidak bisa mengolah zat gula dengan benar, sehingga energi pun jadi menurun dan sistem imun melemah.
Orang itu mulai terlihat pucat dan membuat keputusan yang tidak dipikirkan baik-baik.
Jika diteruskan tidak tidur, orang itu bisa berhalusinasi dan sulit memahami mana hal yang nyata.
Menurut penelitian, jika itu diteruskan, orang yang tidak tidur selama 14 hari bisa berdampak pada kesehatan tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Bahkan, jangankan tidak tidur sampai berhari-hari, kurang waktu tidur setiap hari juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan tubuh.
Dampak Kalau Kebutuhan Tidur Tidak Tercukupi
Anjuran untuk tidur cukup dari ahli kesehatan itu penting untuk diperhatikan, teman-teman.
Jika tubuh tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, bisa meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Dampak yang bisa terjadi ketika seseorang tidak tidur dengan cukup antara lain:
1. Jatuh Sakit
Karena sistem imun melemah jika kurang tidur, tubuh jadi lebih mudah sakit.
2. Sulit Berpikir dan Mudah Lupa
Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan berpikir, teman-teman. Gangguan ini misalnya ingatan, pengambilan keputusan, pertimbangan, menyelesaikan masalah, waktu reaksi, dan kewaspadaan.
Orang yang kurang tidur juga cenderung lebih mudah lupa sesuatu.
3. Jantung Terganggu
Tidur terlalu singkat dan terlalu lama sama-sama tidak baik bagi kesehatan jantung. Orang yang kurang tidur juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan stroke.
4. Risiko Kanker
Kurang tidur membuat beberapa orang lebih berisiko mengalami beberapa jenis kanker tertentu.
5. Risiko Obesitas dan Risiko Diabetes
Kurang tidur bisa membuat kenaikan berat badan dan berisiko obesitas.
Selain itu, kurang tidur juga bisa memengaruhi permasalahan insulin yang memicu kondisi diabetes.
Artikel ini telah tayang pada laman bobo dengan judul Tidur Cukup Sangat Penting, Apa yang Terjadi Jika Seseorang Tidak Tidur?