TRIBUNJUALBELI.COM - Banyak orang yang sering tak sadar jika dirinya sedang mengalami stres, mereka merasa segala perubahan yang terjadi dalam dirinya baik secara emosi atau fisik hanya hal biasa yang lalu disepelekan.
Stres sendiri adalah reaksi tubuh yang muncul pada seseorang yang sedang tertekan, terancam atau menghadapi perubahan tertentu.
Selain itu, stres dapat terjadi saat pikiran seseorang merasa putus asa, gugup, marah atau malah bersemangat.
Situasi tersebut akan memicu respons tubuh, baik secara fisik ataupun mental.
Respons tubuh terhadap stres dapat berupa napas dan detak jantung menjadi cepat, otot menjadi kaku, dan tekanan darah meningkat.
Penyebab munculnya stres sering kali dipicu oleh masalah dalam keluarga, hubungan sosial, atau masalah keuangan.
Selain itu, stres juga bisa dipicu oleh penyakit yang diderita. Memiliki anggota keluarga yang mudah mengalami stres, akan membuat orang tersebut juga lebih mudah mengalami stres.
Setiap orang, termasuk anak-anak, pernah mengalami stres. Kondisi ini tidak selalu membawa efek buruk dan umumnya hanya bersifat sementara.
Stres akan berakhir saat kondisi yang menyebabkan tekanan atau ancaman tersebut dilewati.
Setiap orang tidak bisa lepas dari stres. Hal ini berjalan sepanjang hidup setiap hari.
Tidak semuanya buruk, beberapa stres dapat membantu bekerja lebih baik, lebih termotivasi dan mencapai target tepat waktu.
Akan tetapi, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh.
Karena stres, seseorang cenderung merasa marah setiap saat, tidak dapat berpikir jernih, kehilangan nafsu makan dan masih banyak lagi gejala lain stres.
Selain itu, stres juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan dan sistem reproduksi.
Orang yang mengalami stres secara berkepanjangan biasanya juga akan mengalami gangguan tidur.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 65% profesional menganggap tempat kerja sebagai sumber kekhawatiran dan kecemasan yang konstan.
Hal ini sesuai dengan tebakan American Institute of Stress. Apapun tekanan yang berasal, tubuh bereaksi dengan cara yang sama. Jantung berdetak lebih cepat dan mengalami keringat tiba-tiba.
Karena stres, seseorang cenderung merasa marah setiap saat, tidak dapat berpikir jernih, kehilangan nafsu makan dan banyak lagi.
Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda, tergantung penyebab dan cara menyikapinya.
Gejala atau tanda stres dapat dibedakan menjadi berikut seperti dilansir dari Alodokter.com
1. Gejala emosi, misalnya mudah gusar, frustasi, suasana hati yang mudah berubah atau moody, sulit untuk menenangkan pikiran, rendah diri, serta merasa kesepian, tidak berguna, bingung, dan hilang kendali, hingga tampak bingung, menghindari orang lain, dan depresi.
2. Gejala fisik, seperti lemas, pusing, migrain, gangguan pencernaan (mual dan diare atau sembelit), nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, gangguan tidur, hasrat seksual menurun, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, atau mulut kering dan sulit menelan.
3. Gejala kognitif, contohnya sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, memiliki pandangan yang negatif, dan membuat keputusan yang tidak baik.
4. Gejala perilaku, misalnya tidak mau makan, menghindari tanggung jawab, serta menunjukkan sikap gugup seperti menggigit kuku atau berjalan bolak-balik, merokok, hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan. (*)
(GridHealth/Soesanti Harini Hartono)
Artikel ini telah tayang di Health.Grid dengan judul 4 Gejala Seseorang Sedang Mengalami Stres, Salah Satunya Mudah Marah