0

Kode Pelat Nomor Tiap Daerah Tak Ditentukan Polisi atau Orang Indonesia, Ini Sejarahnya

Penulis: Achadiyah Nurul
Kode Pelat Nomor Tiap Daerah Tak Ditentukan Polisi atau Orang Indonesia, Ini Sejarahnya

TRIBUNJUALBELI.COM - Motor atau mobil yang beroperasi di jalan raya harus dilengkapi pelat nomor dari polisi.

Pelat nomor merupakan identitas dari kendaraan asalnya dari mana dan wilayahnya mana.

Misalnya kode B dipastikan kendaraan ini asalnya dari Jakarta, Depok, Bekasi atau Tangerang.

Sedangkan huruf paling belakangnya setelah angka menyatakan dari wilayah mana.

Misalnya B 6068 VVA, paling belakang terdapat kode VVA artinya mobil pelat B ini berasal dari wilayaah kodya Tangerang.

Begitupun wilayah provinsi Banten kodenya A dan Bandung kodenya D.

Namun pasti penasaran siapa sih yang menentukan kode-kode A, B, D, E, F dll.

Ternyata yang menentukan itu awalnya bukan polisi dan bukan orang Indonesia.

Seperti terlihat dari cuitan Twitter @almascatie, Selasa 13 Agustus 2019 kemarin.

Menggugah foto secarik kertas yang memerlihatkan sejarah pelat nomor di Indonesia.


Pembagian kode wilayah tersebut dilakukan sejak Indonesia masih dijajah Belanda yang mencapai 350 tahun itu.

Penentu kode pelat nomor kendaraan tiap daerah | Twitter/@almascatie

Di kertas tersebut, terlihat tulisan Letter Auto Dari Nederlandsch East Indie.

Nama East Indie adalah julukan yang diberikan pemerintah Belanda, untuk Indonesia zaman dulu.

Di daftar pelat nomor yang di kertas tersebut, terlihat huruf A untuk kendaraan dari Bantam, sekarang dikenal dengan nama Banten.

Lalu, B untuk Batavia, atau Jakarta sekarang ini.

Begitupun F untuk wilayah Buitenzorg, ini sebutan orang-orang Belanda untuk Bogor.

Buitenzorg diartikan sekarang sebagai kota aman dan tenteram.

Sedangkan karesidenan Kedu dikasih pelat nomor dengan kode AA.

Pelat AA sekarang dipakai untuk kendaraan di wilayah Jawa Tengah seperti Magelang, Purworejo dan sekitarnya itu. (Motorplus/Aong)

 

Artikel ini sudah tayang di laman Motorplus dengan judul Penentu Kode Pelat Nomor Tiap Daerah Ternyata Bukan Orang Indonesia, Ini Sejarahnya