0

Gempa Tak Mungkin Dapat Dicegah, Maka dari Itu Kita Harus Memiliki Desain Struktur Bangunan Tahan Gempa Ini

Penulis: ANDKP
Gempa Tak Mungkin Dapat Dicegah, Maka dari Itu Kita Harus Memiliki Desain Struktur Bangunan Tahan Gempa Ini

TRIBUNJUALBELI.COM - Gempa tak mungkin dapat dicegah.

Besarnya energi yang dilepaskan dari gempa juga belum dapat diperkirakan dengan akurat.

Akan tetapi, banyak cara antisipatif untuk meminimalisasi bahaya yang diakibatkan gempa.

Salah satunya memastikan setiap ruang tinggal memiliki struktur bangunan tahan gempa.

Rumah tahan gempa memiliki karakteristik tersendiri, umumnya dilingkupi pondasi yang memenuhi standar dan telah teruji coba aman dari goncangan besar.

Dengan begitu, Anda dan keluarga akan aman saat berada di dalam rumah saat sedang terjadi gempa.

Hindari membangun rumah di permukaan berporus

Seberapa pun canggihnya teknologi arsitektur yang diterapkan dalam bangunan tahan gempa, jika permukaannya tidak cukup kuat menopang massa bangunan, rumah tetap rentan terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa.

Hindari membangun rumah di atas tanah yang terlalu porus atau mudah menyerap air dan pastikan kepadatannya cukup solid.


 

Parahnya kerusakan rumah akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu dikarenakan kawasan perumahan dibangun di atas tanah yang belum terkonsolidasi dengan baik.

Rancang pondasi ikat atau isolator

Karena gempa langsung memengaruhi struktur dasar bangunan, maka penting merancang pondasi yang dapat menahan getaran gempa.

Solusi yang pertama dilakukan adalah dengan mengikat seluruh pondasi ke dalam satu struktur, sehingga bisa bergerak dalam kesatuan unit.

Selain itu, bisa juga diterapkan pondasi isolator (base isolator).

Pondasi ini membuat bangunan dapat bergeser mengikuti pergerakan gempa.

Saat gempa terjadi, pondasi dapat menahan struktur bangunan di atasnya tanpa menggerakkannya sama sekali.

Sebagai hasilnya, gaya lateral dari gempa berhasil diredam sehingga mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Konstruksi beton bertulang


 

Meskipun memiliki struktur pondasi yang solid, rumah tetap dapat mengalami goncangan saat gempa terjadi.

Hal ini berhubungan dengan tingkat daktilitas atau kelenturan material dalam menyerap energi gempa sehingga dapat mempertahankan keseluruhan struktur bangunannya.

Semakin lentur materialnya, maka semakin stabil konstruksinya.

Konstruksi bangunan sebaiknya dirakit menggunakan material beton bertulang karena memiliki tingkat kelenturan yang tinggi.

Material ini juga memiliki komponen yang bervariasi sehingga dapat membentuk struktur bangunan yang terintegrasi dengan baik.

Idealnya, konstruksi rumah tahan gempa juga menyertakan sistem peredam (active mass damping) yang dapat menahan beban di bagian atas bangunan agar tidak ambruk saat gempa terjadi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sudahkah Rumah Anda Tahan Gempa?", 

Editor : Hilda B Alexander