0

4 Renovasi Rumah Ini Justru Membuat Nilai Jual Rumah Murah

Penulis: ANDKP
4 Renovasi Rumah Ini Justru Membuat Nilai Jual Rumah Murah

TRIBUNJUALBELI.COM - Sebelum menjualnya, banyak orang mencoba merenovasi rumah agar laku dibeli konsumen.

Melansir Forbes, Senin (22/7/2019), Alex Lavrenov dari Warburg Realty mengatakan, kesalahan pertama saat merenovasi rumah adalah hanya mempertimbangkan selera si pemilik rumah yang tidak menambah nilai atau fungsi dari hunian tersebut.

Segala sesuatu yang terlalu personal dapat mengurangi minat para calon pembeli, khususnya jika mereka akan melakukan renovasi di masa mendatang.

Tetapi renovasi yang tidak tepat membuat calon pembeli menempatkan properti Anda di daftar paling akhir.

Selain itu, ada beberapa renovasi yang justru tidak membuat nilai jual rumah meningkat, yaitu:

Mengurangi ruangan

Dengan tren desain rumah yang sedang diminati saat ini, sering kali pemilik rumah megurangi satu atau dua ruangan untuk memperoleh satu ruangan yang luas.

Misalnya Anda ingin menciptakan kamar tidur utama yang luas dan nyaman, maka tren yang ada adalah dengan menggabungkan dua buah kamar menjadi satu.

Tentu secara desain dan selera, hal ini dianggap bisa meningkatkan harga rumah.

Namun bagi calon pembeli yang membutuhkan kamar tidur dengan jumlah lebih banyak, mereka akan berpikir dua kali untuk membeli properti itu.

Ruang Hobi


 

Anda mungkin memiliki minat khusus akan sesuatu dan membuat satu ruang untuk melakukan hobi Anda di sana.

Namun penambahan ruang ini tidak meningkatkan nilai apapun untuk properti Anda.

Ruang hobi khusus hanya akan menarik calon penjual yang juga memiliki minat tertentu.

Sebaliknya, jika memutuskan akan menjual rumah, maka renovasi ini kurang diperlukan.

Renovasi kelas atas

Meski Anda dapat dengan mudah merenovasi rumah dengan harga selangit, namun hal ini bisa membuat nilai jual kembali rumah tidak meningkat.

Beberapa renovasi sepeti menambahkan daun pintu dengan kayu kelas atas atau mengganti lampu dengan harga tinggi justru tidak dilihat oleh calon pembeli.

Renovasi ini justru tidak dapat dilihat oleh calon pembeli karena orang tidak merasakan adanya nilai tambah yang berarti.

Selain itu, banyak pemilik rumah juga sering mengeluarkan uang berlebih untuk merenovasi ruangan sesuai dengan hal yang ingin mereka lihat.

Hal ini terjadi lantaran pembeli biasanya tidak melihat detail yang ada.


 

Tidak sebanding dengan lokasi Renovasi yang terlalu mahal dibandingkan dengan lokasi rumah juga sedikit berisiko.

Calon pembeli akan membandingkan harga rumah dengan lokasi dan akses menuju ke rumah.

Jika lokasi hunian Anda dianggap terlalu jauh dan susah dijangkau atau terbilang tidak prospektif, maka mereka akan memimkirkan ulang untuk membeli properti Anda.

Kustomisasi berlebihan

Pemilik rumah kadang menambahkan hal-hal yang mereka anggap menarik namun tidak umu digunakan.

Misalnya Anda penggemar benda-benda anti seperi pedang dan tombak, lalu memutuskan untuk memajangnya di setiap sudut rumah.

Calon pembeli yang tidak menyukai dekorasi benda-benda tajam akan membuat properti Anda berada di daftar paling akhir.

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menjual rumah, hindari merenovasinya dengan hal-hal aneh yang dianggap tidak lazim bagi masyarakat umum.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 6 Jenis Renovasi yang Turunkan Nilai Jual Rumah", 
Penulis : Rosiana Haryanti