TRIBUNJUALBELI.COM - Sabun mandi nampaknya menjadi barang wajib yang harus selalu ada di rumah.
Tidak heran, karena benda satu ini merupakan salah satu kebutuhan pokok, yang selalu digunakan sehari-hari.
Apalagi untuk orang Indonesia yang tinggal di iklim tropis.
Mandi adalah sebuah keharusan.
Karena udara yang cenderung panas, dan membuat tubuh mudah berkeringat, sabun mandi membantu membersihkan tubuh dari keringat, dan juga kotoran yang menempel karena aktivitas.
Selain itu, sabun mandi juga membuat tubuh lebih wangi.
Banyak pilihan sabun mandi, salah satunya sabun antiseptik maupun antibakteri.
Sabun ini mengklaim mampu menghilangkan bakteri yang menempel.
Akan tetapi, penggunaan sabun antiseptik yang terlalu sering justru dapat membuat bakteri menjadi kebal dan lebih sulit untuk dihilangkan.
Selain membuat bakteri kebal, terdapat pula beberapa bahaya lain yang muncul pada kulit akibat pemakaian sabun antiseptik untuk mandi.
Adanya kandungan triclosan pada sabun antiseptik dan antibakteri membuat keduanya berbeda dari sabun biasa. Kandungan inilah yang justru bisa menimbulkan masalah pada kulit.
Nah, dilansir dari hellosehat.com, berikut bahaya penggunaan sabun antiseptik.
1. Meningkatkan risiko alergi
Selain kering, bahaya lain sabun antiseptik pada kulit ketika dipakai untuk mandi secara rutin adalah menimbulkan alergi.
Senyawa triclosan lagi-lagi menjadi tersangkanya karena diduga memiliki efek samping pada sistem kekebalan manusia.
Jika triclosan bertemu dengan bakteri, akan terjadi mutasi dan dapat menghambat sistem imun dalam memerangi bakteri.
Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan akan ada reaksi alergi yang ditimbulkan ketika Anda sering menggunakan sabun antibakteri untuk mandi.
2. Kulit jadi kering dan kasar
Salah satu bahaya untuk kulit ketika menggunakan sabun antiseptik saat mandi adalah membuatnya menjadi kering dan kasar.
Hal ini disebabkan oleh kandungan triclosan yang mengurangi minyak pada kulit, sehingga kulit terasa kasar, gatal, dan terlihat memerah.
3. Dapat mengubah hormon
Salah satu efek samping sabun antiseptik adalah terjadinya perubahan hormon.
Sebuah penelitian pada tahun 2010 mengungkapkan adanya peningkatan produksi testosteron pada tubuh terhadap paparan triclosan.
Hal ini diperlihatkan melalui percobaan dengan hewan yang diberi senyawa triclosan. Hewan itu kemudian mengalami ketidakseimbangan hormon testosteron.