TRIBUNJUALBELI.COM - Indonesia memang menjadi sasaran empuk bagi produsen produsen mobil Amerika Serikat (AS).
Sedikitnya ada 3 pabrikan mobil asal paman sam yang berhasil berdiri di negara Indonesia.
Namun sayang sekali, pabrik yang berdiri di Indonesia ini tidak berjalan mulus.
Beberapa tahun yang lalu produsen mobil dari Amerika Serikat yaitu Ford telah resmi menarik diri dari pasaran Indonesia.
Sebelumnya sudah ada produsen mobil yang menarik diri dari Indonesia yaitu Chevrolet.
Penarikan diri kedua produsen tersebut disinyalir kalah saing dengan produsen mobil yang lainnya.
Dilansir dari berbagai sumber, produsen mobil yang menarik diri dari pasaran Indonesia kebanyakan berasal dari Negara Amerika.
Pasar otomotif Indonesia memang sangat menggairahkan bagi para produsen otomotif.
Maka dari itu banyak produsen mobil yang berjuang demi mendapatkan pasar di Indonesia.
Tak sedikit yang tidak mampu bersaing sehingga dampaknya gulung tikar.
Berikut ini 3 merek mobil yang pabriknya telah resmi cabut dari Indonesia.
1. FORD
Ford hadir di Indonesia sejak 1989 melalui Indonesia Republic Motor Company (IRMC).
Pada 2000, PT Ford Motor Indonesia (FMI) dibentuk sebagai agen tunggal pemegang merek.
Sayang, FMI tak panjang umur.
Penjualan yang lesu dan ketiadaan pabrik sebagai pendukung produksi di Indonesia memaksa perusahaan ini tutup pada tahun 2016.
2. Chevrolet
Pada tahun 1927, cikal bakal GM yang waktu itu bernama NV General Motors Java Handel Maatschappij (NVGMJHM) telah masuk ke Indonesia.
Dua tahun berselang mobil ini laris manis. Karena permintaan yang tinggi, GM memutuskan untuk membangun pabrik di Tanjung Priok pada 1938.
Pabrik Chevrolet tersebut kemudian menjadi pabrik mobil pertama di Indonesia.
Seiring perjalanan waktu, bisnis Chevrolet tak mulus sehingga produksi Chevrolet vakum pada 2005.
Tujuh tahun kemudian, pabrik Chevrolet kembali berdiri di Bekasi, sebelum kemudian ditutup pada Juni 2015.
3. Holden
Berbeda dengan masyarakat Indonesia saat ini, merek Holden relatif familiar bagi masyarakat kal itu.
Pasalnya, Holden juga dipakai sebagai angkutan karena menggunakan beberapa komponen lokal.
Sayangnya, penjualan Holden meredup pada 1980-an.
PT. Udatimex selaku agen pemegang merek kemudian menghentikan pemasaran Holden pada 1987.