TRIBUNJUALBELI.COM - Berbuka puasa bersama keluarga besar membuat para Ibu memasak nasi dalam ukuran banyak.
Alhasil nasi tersebut masih sisa dan jika dibuang akan sayang.
Maka solusinya adalah harus memanaskan kembali nasi yang tersisa itu.
Sekilas memanaskan nasi sisa terlihat sepele tetapi tidak juga lo.
Kalau memanaskan nasi sisa secara sembarangan, anggota keluarga akan keracunan.
Kemudian bagaimana cara memanaskan kembali nasi yang sisa tersebut?
Melansir dari NDTV Food, beras mengandung bakteri Bacillus Cereus yang sangat tahan terhadap prosedur memasak.
Panas dapat menghancurkan bakteri tetapi juga dapat menghasilkan beberapa spora yang beracun di alam.
Menurut Badan Standar Makanan, beras dapat mengandung spora bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Ketika nasi dimasak, spora dapat bertahan hidup.
Tetapi jika nasi dibiarkan di ruangan terbuka, spora akan berlipat ganda dan mungkin menyebabkan muntah atau diare.
Sudah dibiarkan terbuka kemudian Moms memutuskan untuk memanaskannya akan memperburuk.
Maka dibutuhkan teknik memanaskan nasi sisa agar Moms terhindar dari keracunan makanan.
Ada beberapa aturan umum yang harus dikuti saat memasak, menyimpan, dan menghangatkan nasi untuk lebih dari satu kali makan.
1. Saat memasak, pastikan nasi itu dimasak pada suhu tinggi dan disajikan segera setelah matang.
2. Jangan biarkan nasi matang dalam suhu ruangan selama lebih dari satu jam karena ini dapat menyebabkan penggandaan spora.
3. Biarkan nasi mendingin dengan cepat setelah dimasak dan masukkan ke dalam kulkas dengan suhu 40 derajat atau di bawahnya.
Sekarang, simpan nasi di lemari es, pastikan untuk mengonsumsinya dalam waktu 24 jam.
Hal yang paling penting untuk diingat adalah jangan hanya memanaskannya sampai hangat.
Nasi harus 'mengepul panas' sampai matang untuk dimakan kembali.
Jika memanaskan dalam microwave, tambahkan 1 sendok makan air untuk setiap cangkir nasi dan panaskan sampai air terserap.
Jika Moms memanaskan di atas kompor memasak, aduk goreng dengan menambahkan air, minyak atau mentega dan masak sampai kering.
Metode ini memastikan bahwa nasi dipanaskan secara menyeluruh dan semua bakteri beracun terbunuh.
Logika lain yang diberikan oleh para ahli kesehatan adalah bahwa beras yang disimpan menjadi kering setelah beberapa waktu.
Maka, menambahkan air dan memanaskannya akan mengisi kembali kandungan airnya yang hilang dan menghidrasi biji-bijian kembali.
Beras yang dipanaskan kembali aman dikonsumsi jika dilakukan langkah-langkah tertentu untuk memastikan keamanannya.
Tapi, pastikan Moms tidak memanaskan ulang nasi sisa lebih dari satu kali.
Jadi Moms memanaskan nasi sisa harus memiliki aturan umum agar tak meracuni anggota keluarga.
(*)
Artikel ini telah tayang di nakita.grid.id dengan judul Beginilah Cara Moms Memanaskan Kembali Nasi yang Tersisa untuk Menghindari Keracunan Makanan