TRIBUNJUALBELI.COM - Huawei adalah perusahaan yang memproduksi dan memasarkan perangkat-perangkat telekomunikasi.
Kini nasib Huawei semakin tidak baik.
Setelah Google, kini giliran perusahaan chip ARM yang menghentikan kerjasamanya dengan Huawei.
Seperti diberitakan BBC News, ARM telah menginstruksikan seluruh karyawannya untuk menghentikan seluruh kontrak dan dukungan teknis kepada Huawei.
ARM adalah perusahaan yang membuat arsitektur ARM sekaligus mendesain chip-nya.
Desain ARM inilah yang menjadi dasar seluruh prosesor untuk smartphone saat ini, mulai dari Qualcomm dengan prosesor Snapdragon, Samsung dengan prosesor Exynos, dan Huawei untuk prosesor Kirin.
Ibarat pembangunan rumah, ARM adalah arsiteknya, sementara Qualcomm, Samsung, dan Huawei adalah kontraktornya.
ARM sebenarnya perusahaan yang berbasis di Inggris, namun mereka juga memiliki kantor riset di San Jose dan Austin, AS.
Karena itu, ARM harus mematuhi larangan Pemerintah AS untuk tidak berhubungan bisnis dengan Huawei.
Keputusan ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Huawei.
Huawei sebenarnya sudah bersiap dengan hilangnya dukungan perusahaan AS dengan membuat HiSilicon.
Ini adalah anak perusahaan yang membuat prosesor untuk smartphone dan server Huawei.
Namun untuk membuat prosesor itu, HiSilicon sangat bergantung pada desain prosesor ARM.
Akan tetapi, laporan BBC sendiri menyebut keputusan ARM ini berlaku untuk produk setelah larangan Pemerintah AS berlaku.
Artinya lisensi teknologi yang sudah Huawei/HiSilicon miliki saat ini, maupun yang sedang dalam tahap pengembangan, masih bisa digunakan.
Jadi Huawei kira-kira masih bisa menggunakan prosesor berdesain ARM sampai akhir tahun ini.
Setelah itu, Huawei praktis berada dalam posisi sangat sulit.
Huawei mungkin bisa membuat sistem operasi sendiri untuk menggantikan Android.
Namun tanpa teknologi ARM, Huawei berarti harus membuat sendiri arsitektur prosesornya, sebuah proses yang butuh waktu tahunan.
Boleh dibilang, inilah pukulan paling telak yang diterima Huawei setelah sanksi Pemerintah AS berlaku. (*)
Artikel ini sudah tayang di laman infokomputer.grid.id dengan judul Nasib Huawei di Ujung Tanduk, Gara-gara ARM Hentikan Kerjasama