0

Wow, Ini Lo Bahan Bakar Motor Paling Mahal Milik Pertamina. Bukan Buat Sembarangan Kendaraan

Penulis: ANDKP
Wow, Ini Lo Bahan Bakar Motor Paling Mahal Milik Pertamina. Bukan Buat Sembarangan Kendaraan

TRIBUNJUALBELI.COM - Banyak orang di Indonesia beranggapan bahwa jenis bahan bakar tertinggi hanya dimiliki oleh Pertamax Plus atau sekarang lebih dikenal sebagai Pertamax Turbo yang memiliki Oktan diatas 95.

Padahal Pertamina mempunyai bahan bakar yang lebih tinggi dari Pertamax Turbo yaitu Pertamax Racing yang mempunyai RON 100 yang hanya dijual di SPBU milik pertamina sendiri (SPBU COCO).

Pertamax Racing, Bahan bakar berkategori racing fuel dengan penggunaan For Competition Only alias untuk kompetisi resmi .

Bahan bakar yang dipakai buat motor spek balap atau korek harian banyak macamnya.

Pertamax Racing Fuel sebagai Bahan bakar balap mampu menghasilkan daya dan torsi tinggi tanpa menimbulkan detonasi bersifat ramah lingkungan.

Didesain untuk kompresi mesin di atas 10:1, Pertamax Racing ini dibanderol dengan harga Rp 35.000 per liter.

Berbeda dengan bahan bakar lainnya yang dijual melalui tangki kemudian disalurkan lewat mesin pertamina, Pertamax Racing dijual dalam bentuk kalengan.

Selain mempunyai oktan atau RON tinggi Pertamax Racing mempunyai kelebihan yaitu mampu membersihkan mesin, mempunyai pelindung anti karat pada dinding tangki karena timbalnya sedikit sekali, memurnikan bahan bakar dan memaksimalakan kerja bahan bakar.

Bagaimana jika Pertamax Racing diaplikasikan di Motor biasa atau bukan motor balap?

Jika motor biasa yang memiliki kompresi dibawah 11;1 atau mesin masih standar belum dikorek. Pemakaian Pertamax turbo bisa dipakai tapi tidak dianjurkan dipakai secara berkala karena mesin tidak akan berpengaruh sama sekali dan mesin akan berakibat overheat.

Begini Akibat Tak Terduga dari Salah Mengisi Jenis BBM ke Kendaraan. Jangan Sembarang Isi Pertamax, Pertalite ke Tungganganmu Ya



Indikator ”engine check” yang nongol pada panel instrumen mobil tak hanya disebabkan karena ada murni gangguan terhadap sensor-sensor, tetapi bisa juga karena mengisi bahan bakar kualitas buruk, atau di bawah rekomendasi pabrikan.

Misalnya, mobil disarankan minimal pakai bensin RON 92, tapi terus-menerus diisi bensin RON 88.

Kalau menurut Rusdi Sopandi, Manajer Mekanik misterbrum.id, masalah akan timbul dalam jangka waktu yang panjang, atau tidak spontan timbul gejala aneh.

”Biasanya efek agak lama. Pada knalpot atau exhaust manifold kan ada sensor O2 (oksigen), yang fungsinya mendeteksi kadar bakar ’rich’ atau ’lean’. Jika tidak sesuai, indikator engine check akan menyala, memberitahukan bahwa bakan bakar tidak sesuai dengan mesin,” kata Rusdi.

Lalu, apa efeknya jika diteruskan? Pada beberapa kasus, menurut Rusdi, sistem sensor mobil akan bermasalah sebagai rentetan dari penggunaan bensin kualitas buruk.

Misalnya, kerusakan sensor knocking yang mendeteksi gejala ”ngelitik”.

Sensor MAF juga akan terganggu, begitu juga sensor injektor dan sensor air flow meter.

”Beli bensin mahal sedikit, tapi kemungkinan kena efek buruk jadi minimal. Kalau sensor-sensor itu sudah kena, cukup mahal biayanya,” ucap Rusdi.