TRIBUNJUALBELI.COM - Masih ingat dengan kasus ledakan Galaxy Note 7 beberapa tahun lalu?
Ketika itu masalah produksi pada komponen baterai pada Galaxy Note 7 disinyalir menjadi penyebab utama meledaknya perangkat.
Kasus tersebut bukan yang pertama kali terjadi dan tidak hanya menimpa satu merek ponsel saja.
Bahkan kasus ponsel terbakar atau meledak juga pernah terjadi pada smartphone mahal macam iPhone sekalipun.
Sebabnya, baterai jenis lithium-ion yang umum digunakan di ponsel dan perangkat mobile modern lainnya memang rawan terbakar atau meledak apabila rusak atau terekspos suhu tinggi.
Ada beragam penyebab mengapa sebuah ponsel dapat meledak, seperti misalnya korsleting atau adanya kesalahan saat pengisian daya.
Salah satu penyebab yang sering muncul adalah panas berlebih pada bagian dalam ponsel yang kemudian memicu terjadinya ledakan.
Misalnya, baru-baru ini seorang wanita asal Thailand mendapati ponselnya meledak setelah ditinggalkan di dalam mobil ketika siang bolong. Perangkat tersebut rupanya kepanasan karena terpapar cahaya matahari terus-menerus.
Bagaimana cara mencegah agar ponsel tak meledak?
Ada beberapa tips yang bisa diikuti.
Simak selengkapnya berikut ini, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Times Now News, Jumat (26/4/2019).
1. Jangan pakai saat sedang di-charge
Sebaiknya jangan menggunakan ponsel dalam kondisi sedang diisi baterainya
Saat di-charge, bagian dalam ponsel -terutama baterai- akan mengalami peningkatan suhu.
Nah, ketika ponsel digunakan secara bersamaan dengan pengisian baterai, suhu akan meningkat lebih jauh karena sistem charging semakin terbebani dengan daya yang terkuras.
Terlebih kalau penggunaanya "berat" seperti untuk bermain game.
Kondisi ini disebut "parasitic load" dan sebaiknya dihindari karena ikut berdampak buruk pada ketahanan baterai, di samping meningkatkan suhu.
2. Gunakan charger asli dan berkualitas
Selalu gunakan charger original atau yang memang dikenal berkualitas tinggi.
Setiap vendor memiliki standar dan spesifikasi tertentu untuk charger yang diproduksi, terutama yang memiliki kemampuan fast charging.
Jangan ambil risiko dengan menggunakan charger non-original yang keluaran listriknya tak terjamin bagus.
Ingatlah bahwa tak semua charger memiliki kualitas setara.
Lebih baik memilih merek terpercaya daripada mengorbankan perangkat dengan memilih charger abal-abal.
Salah-salah, bukannya menghemat tapi malah rugi karena perangkat rusak, bahkan terbakar atau meledak.
3. Hentikan charging saat baterai terisi 100 persen
Jika ponsel sudah terisi 100 persen maka sebaiknya cabut kabel charger untuk menghentikan proses pengisian data.
Membiarkan ponsel tertancap ke charger sebenarnya tidak akan membuat perangkat meledak, karena ponsel secara otomatis akan memperkecil daya charging dan melakukan trickle charging, yakni mengisi daya dengan perlahan setiap kapasitas baterai menurun.
Namun, efeknya kurang baik untuk baterai dalam jangka panjang.
Baterai lithium-ion pun sebaiknya tak ditunggu sampai benar-benar kosong dan langsung diisi penuh.
Tancapkan charger saat indikator baterai berada di kisaran 30 persen dan cabut saat sudah mencapai sekitar 80 persen.
4. Gunakan baterai asli
Meski ponsel masa kini menggunakan desain unibody, baterainya bisa tetap diganti.
Namun, seperti halnya charger, kualitas baterai pun dapat berbeda-beda.
Supaya terjamin aman, pakailah baterai asli yang berasal dari vendor ponsel.
5. Jangan pakai baterai rusak
Salah satu penyebab baterai lithium-ion meledak atau terbakar adalah apabila baterai mengalami kerusakan fisik, misalnya karena jatuh atau tertancap sesuatu.
Ini bisa menyebabkan hubungan pendek yang berbahaya.
Karena itu, sebaiknya jangan gunakan baterai yang mengalami kerusakan, termasuk yang masih berada di dalam perangkat.
Contohnya, ketika ponsel bengkok dan retak, komponen baterai mungkin ikut terdampak.
6. Hindari "charging case" non-ori
Lagi-lagi, aksesori ponsel memiliki kualitas bervariasi, terutama dari segi kelistrikan.
Beberapa produsen membuat aksesori casing yang memiliki baterai terintegrasi sehingga bisa berfungsi sebagai power bank.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Tips untuk Mencegah Ponsel Terbakar dan Meledak",
Penulis : Yudha Pratomo