0

Bingung Menghadapi Anak yang Cengeng? Simak Tips Jitunya!

Penulis: dillamichiko
Bingung Menghadapi Anak yang Cengeng? Simak Tips Jitunya!

TRIBUNJUALBELI.COM - Cengeng merupakan hal wajar bagi anak-anak.

Anak cengeng terkadang bisa membuat orang tua bingung dan kesal sendiri.

Walaupun cengeng hal yang wajar tetapi jika nangisnya berjalan sepanjang hari tanpa sebeb maka akan membingungkan bukan?

Saat anak telah tumbuh besar dan memasuki usia sekolah, ini akan menambah kesulitan bagi orangtua untuk membiarkan anak mandiri.

Lalu bagaimana cara mengatasi anak cengeng?

Dilansir dari hellosehat.com, bila Anda sering memanjakan anak, ia bisa tumbuh menjadi anak cengeng.

Ini pun akan berdampak pada kegiatan sosialisasi anak dengan pergaulannya.

Tak jarang juga ditemukan bahwa anak cengeng itu cenderung tidak percaya diri, malu, takut, dan merasa ragu dengan kemampuannya sendiri.

Ini merupakan pekerjaan rumah bagi para orangtua untuk bisa mengatasi sikap anak yang cengeng.

Ada baiknya orangtua tidak menyepelekan masalah-masalah ini.


 

Dikhawatirkan, anak nantinya akan punya banyak hambatan untuk berkembang dan bergaul di dunia luar ataupun masa depannya.

Jika Anda mengalami hal tersebut, haruslah bersabar dan berlatihlan menerapkan beberapa cara berikut ini.

1. Jangan terbawa emosi

Terkadang para orangtua akan marah, emosi dan kesal melihat anaknya terus-menerus menangis.

Hal ini harus dihindari, karena reaksi orangtua ini akan disalahartikan oleh anak.

Anak bisa saja mengira ini sebuah ancaman dan tanda bahwa orangtuanya tidak menyayangi anak.

Anda perlu menenangkan diri Anda secepat mungkin, lalu berpikir cepat untuk menenangkan anak yang cengeng.

Setelahnya, sejajarkan posisi mata anak dengan mata Anda, pegang tubuhnya dengan tegas tapi tidak kasar.

Bila anak Anda menangis, tanyakan dengan lembut, apa yang membuat ia menangis dan apa keinginannya.

2. Tidak perlu bereaksi berlebihan


 

Ketika anak menangis sampai meraung-raung, orangtua mungkin jadi panik dan langsung bereaksi secara berlebihan.

Sarannya jangan langsung membelikan anak barang yang ia inginkan.

Selain tidak akan membuat tangisan anak berhenti, anak justru melihat bahwa menangis adalah senjata yang ampuh untuk menarik perhatian orangtua dan mendapatkan apa yang ia mau.

Cobalah bersikap netral ketika anak sedang bersikap cengeng.

Dengan begitu, anak akan belajar bahwa cara untuk mendapatkan perhatian orangtua dan apa yang ia mau adalah dengan bicara baik-baik dan jelas, bukan lewat menangis.

3. Bantu perkembangan kecerdasan emosional anak

Sudah sepatutnya orangtua bisa dengan baik mengenali sikap anaknya.

Di sini Anda diharapkan untuk mengetahui dan mengembangkan kecerdasan emosional anak sebaik mungkin.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali dan mengelola perasaannya sendiri serta perasaan orang lain.

Anak dengan kecerdasan emosional biasanya tahu hal-hal apa saja yang disukainya dan yang tidak disukai.



Maka kalau ada sesuatu yang membuatnya resah, ia bisa mengomunikasikan perasaan tersebut dengan baik pada orangtuanya, bukannya lewat tangisan.

4. Ajari anak untuk meluapkan emosinya dengan sehat

Tidak semua penyebab anak cengeng disebabkan karena karakter anak yang sensitif dan pemalu.

Ini hanya masalah bagaimana Anda mengajak dan mengajari anak untuk lebih terbuka dengan dunia luar.

Alternatifnya, Anda bisa mengajarkan anak untuk meluapkan emosi dengan melakukan aktivitas kesenian seperti menggambar dan menyanyi atau melakukan olahraga yang ia suka.

5. Coba mulai tingkatkan sosialisasi anak

Cengeng belum tentu selalu disebabkan karena anak manja.

Ketika anak cengeng, bisa saja disebabkan karena kepercayaan dirinya saat bergaul atau bermain bersama temannya kurang.

Untuk mengatasinya, coba Anda temani saat ia bermain bersama temannya.

Tidak perlu sepanjang hari, cukup di saat-saat awal ia bermain, perkenalkan dengan teman-temannya, dan saat ia mulai mencari Anda karena rasa tidak percaya diri yang tiba-tiba muncul saat sedang main.

Nah, itu tadi beberapa tips untuk orangtua yang menghadapi anak yang cengeng. Jangan panik! (*)