TRIBUNJUALBELI.COM - Umunya masyarakat Indonesia punya makanan favorit yang sama saat bulan puasa.
Makanan ini biasanya paling banyak dijajakan oleh penjual takjil dan paling cepet habis terjual saat jam-jam akan berbuka puasa.
Semua orang selalu memburu makanan ini dan memfavoritkannya, padahal bukan makanan yang istimewa dan mahal, lho.
Makanan tersebut adalah gorengan.
Ya, gorengan. Makanan tersebut paling cepat ludes dipenjual takjil juga paling cepat ludes dimakan setelah bedug maghrib, yang menandakan waktunya berbuka puasa.
Menurut masyarakat Indonesia, gorengan adalah makanan terenak saat buka puasa, mengalahkan makanan lain, yang bisa saja lebih enak dan lebih mahal harganya.
Menurut CNN Indonesia, gorengan adalah makanan enak yang kaya lemak dan minyak yang berlebih.
Karenanya minyak dari gorengan dapat mengendap dalam saluran pencernaan dan menyebabkan kegemukan dan kolesterol.
Bahkan, kandungan minyak juga dapat membuat tenggorokan gatal dan menimbulkan batuk, radang, hingga infeksi.
Tak sampai di situ, menurut laman hsph.harvard.edu, mereka yang banyak makan gorengan mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Leah Cahill, peneliti di Departemen Nutrisi di Harvard School of Public Health (HSPH), dan An Pan dari National University of Singapore, Saw Swee Hock School of Public Health, yang memeriksa data dari lebih dari 100.000 pria dan wanita usia 25 tahun yang suka memakan gorengan setidaknya sekali seminggu.
Hasilnya menunjukan 100 ribu orang tersebut memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Hasil penelitian tersebut pun menemukan bukti bahwa, peserta penelitian yang makan gorengan 4-6 kali per minggu memiliki risiko 39% peningkatan diabetes tipe 2, dan mereka yang makan gorengan 7 kali atau lebih per minggu memiliki risiko 55% lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang makan gorengan kurang dari sekali per minggu.
Kebayang dong apa jadinya jika kita mengonsumsi gorengan tiap buka puasa dan sahur?
Mengenai penelitiannya itu, Cahill pun mempunyai keterangan lain yang menakjubkan.
Menurutnya makanan gorengan yang dibeli dari penjual gorengan, sangat jauh berisiko merugikan kesehatan berkali-kali lipat dari hasil penelitian di atas.
Alasannya karena penjual gorengan menggunakan minyak gorong tidak segar alias bekas.
Asal tahu saja, penggunaan minyak gorong bekas atau telah dipanaskan berkali-kali, minyak menjadi lebih terdegradasi, dan lebih banyak diserap ke dalam makanan.
Karenanya gorengan dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan, kolesterol tinggi, dan tekanan darah yang lebih tinggi.
Ini semua berkontribusi pada risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Dalam keterangannya Cahill tidak memberikan saran minyak goreng apa dan seperti apa yang baiknya digunakan untuk membuat gorengan.
"Karena sampai saat ini tidak ada penelitian yang cukup untuk memastikan dengan jelas bahwa satu jenis minyak yang terbaik untuk menggoreng, mungkin paling bijaksana untuk mengganti berbagai jenis minyak untuk memberi Anda campuran asam lemak— seperti Anda memakan beragam sayuran atau buah-buahan daripada hanya memilih satu.”(*)
Artikel ini telah tayang di HEALTH.GRID dengan judul Makanan Ini Harus Dihindari Saat Buka Puasa, Padahal Favorit Orang Indonesia