0

Latihan Beban Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus pada Wanita

Penulis: Lilyana Siradj
Latihan Beban Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus pada Wanita

TRIBUNJUALBELI.COM - Metode pengangkatan beban berat digambarkan dengan istilah umum jenis pelatihan daya tahan atau kerap disebut angkat beban (weight lifting).

Banyak mitos yang beredar bahwa wanita yang mengikuti latihan angkat beban akan memiliki otot-otat besar seperti pria.

Hal ini yang membuat banyak wanita ragu dan mengabaikan manfaat dari latihan angkat beban.

Pada faktanya, wanita tidak akan memiliki otot seperti pria. Peningkatan otot pada wanita hanya akan menonjolkan penampilan feminin mereka.

Wanita tidak akan menjadi maskulin jika mereka melakukan latihan beban karena wanita tidak memiliki hormon yang dapat membentuk otot-otot seperti yang ada pada pria, kecuali jika wanita tersebut diberi penguat hormon seperti steroid anabolik.

Sebaliknya, mengangkat beban sebagai olahraga merupakan salah satu hal yang memiliki dampak positif bagi tubuh.

Hal ini bisa membantu memperkuat tulang, meningkatkan pengendalian gula darah, mencegah penyakit jantung, memerangi osteoporosis, serta membantu mengendalikan lemak di perut.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap manfaat lain yang dimiliki olahraga latihan beban ini.

Dilansir dari Prevention.com, sebuah penelitian mengungkap bahwa angkat beban dapat menurunkan risiko terjadinya kanker usus besar.

Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan pada jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise.


 

Temuan ini didapat berdasar penelitian yang membandingkan antara data kesehatan yang dimiliki dan melihat bagaimana latihan beban berpengaruh terhadap risiko 10 kasus kanker yang paling umum.

Data yang digunakan ini mencakup pola makan, kesehatan, dan gaya hidup dari 560.000 orang antara usia 50 hingga 71 pada tahun 1995 hingga 1996.

Peneliti menemukan bahwa latihan beban secara signifikan menurunkan risiko kanker usus.

Mereka yang melakukan latihan beban memiliki risiko 25% lebih rendah pada sejumlah jenis kanker dibanding orang yang tidak melakukan olahraga ini.

Menurunnya risiko ini juga terjadi pada penderita kanker ginjal.

Hal ini kemungkinan dapat terjadi karena latihan beban dapat melahirkan homeostasis glukosa atau keseimbangan antara insulin dan glukagon yang membantu menjadi kadar gula darah.

Hal ini penting pasalnya gula darah tinggi disebut berhubungan dengan tingginya risiko kanker usus.

Hasil penelitian ini mendukung riset sebelumnya yang menunjukkan peran perlindungan dari meningkatkan kadar zat besi.

Penelitian sebelumnya pada kebiasaan berolahraga lebih dari 80.000 orang dewasa menemukan bahwa orang yang latihan beban dua kali seminggu, 31% lebih kecil kemungkinannya meninggal karena kanker.

Sesuaikan berat dumbel dan lama latihan sesuai usia, berat badan dan kemampuan masing-masing. Tanyakan pada dokter dan pelatih sebelum memulai.