0

Simak Bahaya Konsumsi Daging Pada Penderita Diabetes

Penulis: dillamichiko
Simak Bahaya Konsumsi Daging Pada Penderita Diabetes

TRIBUNJUALBELI - Daging merupakan makanan yang banyak diminati orang. Daging memiliki banyak kandungan gizi didalamnya.

Bagi penderita diabetes memang dianjurkan untuk menjaga pola makan agar kadar glukosa darah tidak terus melonjak tinggi.

Dilansir dari hellosehat.com, sebuah penelitian disebutkan bahwa mengurangi produk hewani dapat membantu meningkatkan kontrol glukosa.

Hal tersebut bisa membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.

Ada bukti ilmiah yang mengatakan makan daging terlalu sering bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Mengurangi daging bisa menjadi salah satu cara menjaga kadar gula darah semakin terbukti dengan adanya sebuah studi.

Studi ini berasal dari para peneliti di Finlandia yang menganalisis pola makan lebih baik dari 2.300 pria, dengan usia berkisar antara 42 hingga 60 tahun.

Pada awalnya tidak ada peserta yang menderita diabetes tipe 2.

Setelah 19 tahun, para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan lebih banyak protein hewani dan lebih sedikit protein nabati memiliki risiko 35 persen lebih besar terkena diabetes.

Hal ini termasuk semua jenis daging merah yang diproses dan tidak diproses dan juga daging putih.


 

Bagian lain dari hewan, seperti jeroan ataupun lidah juga berkontribusi dalam pada diabetes yang terjadi.

Studi ini meyimpulkan bahwa memilih protein nabati dan telur membantu mencegah diabetes tipe 2.

Selanjutnya, penelitian dari Universitas Harvard menemukan bahwa orang yang makan satu porsi daging merah setiap hari memiliki risiko 19 persen terkena diabetes tipe 2.

Sebagian kecil daging merah olahan, seperti hot dog atau atau dua potong daging dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 51 persen.

Dalam studi ini dapat disimpulkan bahwa memilih biji-bijian utuh, susu rendah lemak, kacang-kacangan, unggas, dan ikan daripada daging merah lebih baik dalam menjaga gula darah agar stabil.

Sehingga, hal tersebut dapat mengurangi risiko diabetes.