TRIBUNJUALBELI - Stres adalah gangguan mental yang dihadapi oleh seseorang akibat adanya tekanan.
Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini dapat berasal dari dalam diri, atau dari luar.
Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil.
Kebanyakan orang, ketika stress pasti menghabiskan waktu untuk berlibur.
Libur dipakai untuk menghabiskan waktu di alam dan ruang yang hijau.
Menghabiskan beberapa saat di luar rumah menawarkan istirahat yang sangat dibutuhkan dari kekacauan kehidupan sehari-hari.
Dan itu juga dapat memberikan manfaat fisiologis yang positif, termasuk tingkat stres yang lebih rendah, lebih sedikit gejala depresi, dan bahkan tingkat kematian yang lebih rendah.
Dilansir dari masheble.com, terlepas dari semua yang diketahui para ilmuwan tentang hubungan antara alam dan kesejahteraan, mereka masih belum dapat mengatakan dengan pasti berapa banyak waktu di luar rumah yang mengarah pada peningkatan kesehatan mental dan fisik.
Sebuah studi baru, yang diterbitkan Kamis di Frontiers in Psychology, berusaha menjawab pertanyaan itu dengan meminta peserta untuk menghabiskan waktu di tempat yang "membawa rasa kontak dengan alam" selama setidaknya 10 menit per tamasya, tiga kali per minggu, selama selama delapan minggu.
Para peneliti menemukan bahwa peserta yang membenamkan diri dalam "pengalaman alam" selama setidaknya 20 menit per tamasya mengalami penurunan yang signifikan dalam kadar hormon stres kortisol.
Penulis penelitian menulis bahwa mereka membayangkan pada akhirnya mengembangkan "resep alami" - atau "pil alam" - yang dapat ditawarkan oleh penyedia layanan kesehatan kepada pasien mereka sebagai perawatan kesehatan mental preventif berbiaya rendah. ("Pil" adalah waktu yang dihabiskan di luar.)
Nah, apakah kamu akan menghabiskan waktu liburmu untuk berlibur ke alam?
(*)