0

Jadi Tanda Awal Gangguan Saraf hingga Tumor, Jangan Abaikan Rasa Tak Nyaman Karena Kesemutan

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Jadi Tanda Awal Gangguan Saraf hingga Tumor, Jangan Abaikan Rasa Tak Nyaman Karena Kesemutan

TRIBUNJUALBELI.COM - Rasa geli yang sering ditimbulkan dari kesemutan terkadang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kesemutan bahkan dapat berubah menjadi mati rasa atau kebas.

Biasanya kesemutan terjadi saat tidur dengan tangan terjepit di bawah atau mungkin membiarkan kaki menyilang terlalu lama.

Dalam istilah medis, kesemutan disebut dengan paresthesia yang disebabkan oleh tekanan pada saraf.

Namun jangan selalu dianggap sepele kesemutan ini dengan membiarkan rasa geli dan mati rasa itu hilang sendiri.

Melansir dari WebMD, 30% orang yang sering kesemutan merupakan gejala awal gangguan saraf tepi neuropati, dan sisanya merupakan gejala awal penyakit lainnya, semisal tumor.

1. Gangguan saraf tepi neuropati

Neuropati perifer atau gangguan saraf tepi dapat memberikan dampak permanen bila tidak ditangani dengan tepat.

Biasanya gejala neuropati diawali dengan rasa kebas, kesemutan ringan, rasa terbakar, kaku, kulit kering atau mengilap, dan mati rasa.


 

2. Nerve entrapment syndrome

Sindrom jebakan saraf ini termasuk sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome), kelumpuhan saraf ulnaris, kelumpuhan saraf peroneum, dan kelumpuhan saraf radial.

3. Penyakit sistemik

Ini termasuk gangguan ginjal, penyakit hati, kerusakan pembuluh darah dan penyakit darah, amiloidosis, gangguan jaringan ikat dan peradangan kronis, ketidakseimbangan hormon (termasuk hipotiroidisme), dan kanker dan tumor jinak yang menyerang saraf.

4. Anemia

Vitamin E, B1, vitamin B6, vitamin B12, dan niasin sangat penting untuk fungsi saraf yang sehat.

Kekurangan vitamin B12, misalnya, dapat menyebabkan anemia pernisiosa (kondisi ketika tubuh tidak dapat membuat cukup sel darah merah yang sehat), penyebab penting neuropati perifer.

Namun terlalu banyak B6 juga dapat menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki.

5. Infeksi

Infeksi termasuk penyakit lyme (infeksi akibat bakteri Borrelia yang disebarkan oleh serangga), herpes zoster (varicella-zoster), cytomegalovirus, Epstein-Barr, herpes simplex, dan HIV / AIDS.


 

6. Penyakit autoimun

Beberapa penyakit autoimun sering ditandai dengan kesemutan, seperti polineuropati demielinisasi inflamasi kronis, sindrom Guillain-Barre, lupus, dan rheumatoid arthritis.

7. Gangguan bawaan

Ini termasuk kelompok yang mungkin memiliki gejala sensorik dan motorik, jenis yang paling umum dikenal sebagai penyakit Charcot-Marie-Tooth.

8. Cedera

Seringkali terkait dengan trauma, saraf dapat dikompresi, dihancurkan, atau rusak, yang mengakibatkan nyeri saraf.

Contohnya termasuk kompresi saraf yang disebabkan oleh tulang yang mengalami dislokasi.

9. Neuropati Alkoholik

Pecandu alkohol lebih cenderung mengalami tiamin atau defisiensi vitamin penting lainnya karena kebiasaan diet yang buruk, penyebab umum neuropati perifer.

Alkoholisme itu sendiri dapat menyebabkan kerusakan saraf, suatu kondisi yang oleh beberapa peneliti disebut neuropati alkoholik.


 

Jadi sebaiknya jika sering kesemutan, selalu kontrol gula darah, kurangi konsumsi makanan dengan glukosa tinggi, dan minum suplemen vitamin B12.

Jika kesemutan sering tak tertolong dengan bantuan tersebut, segera lakukan kontrol kesehatan pada dokter.

(*)

Artikel ini telah tayang di Grid Health dengan judul Sering Kesemutan Tanda Awal Gangguan Saraf Tepi Neuropati Hingga Tumor