TRIBUNJUALBELI.COM - Di musim hujan begini, wabah demam berdarah tentunya semakin penting untuk dideteksi, seiring dengan menyebarnya virus dengue.
Pasalnya di musim hujan seperti ini, virus yang menjadi penyebab Demam Berdarah Dengue alias DBD ini tengah menjadi masalah kesehatan yang sering menyerang kita!
Bahkan di Januari 2019 saja, dalam satu minggu sudah ada kenaikan enam kali lipat penderita demam berdarah.
Sampai saat ini, tercatat kurang lebih 13.683 penderita DBD dan 133 di antaranya meninggal dunia.
Angka yang melejit ini bisa jadi disebabkan karena kita telat mendeteksi penyakit.
Lantas, bagaimana kita bisa deteksi DBD sejak dini?
Biasanya seseorang yang memiliki gejala virus dengue harus melakukan cek darah di labolatorium rumah sakit terlebih dahulu, untuk mengetahui positif atau tidak dirinya terkena virus ini.
Butuh waktu yang cukup lama hingga kita bisa mengetahui apakahh kita terkena DBD atau tidak.
Untuk mengantisipasi hal tersebut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menciptakan KIT diagnostik DBD.
Sebelum virus menyerang tubuh, kita sudah mendeteksi keberadaannya dalam tubuh hanya dengan hitungan menit.
“Alat ini efektif dan cukup membantu untuk pendeteksian awal. Bisa mendeteksi virus dengue yang ada dalam tubuh, tapi harus diperkuat evidence based nya dulu,” ujar dr. Mulya Rahma Karyanti. SpA(K), MSc., Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM-FKUI.
Nah, Kit diagnostik DBD ini menggunakan anti-NS1, antibodi monoklonal yang dikembangkan berdasarkan strain virus (perkembangbiakan virus) dengue lokal Indonesia.
Alat diagnostik ini dapat memberikan sensitivitas yang lebih baik.
Cara kerjanya pun sederhana, serupa dengan alat tes kehamilan.
Bedanya pada KIT yang dites darah, bukan air kencing.
Kita hanya perlu menunggu beberapa menit saja hasil bisa didapatkan.
Jika muncul dua strip berarti positif DBD, sedangkan satu strip berarti negatif DBD.
“Ada imuno (teknik imunochromatografi yang melekatkan antibodi dengan antigen dengue) pada alat yang dapat mendeteksi virus dengue, cukup dengan meneteskan darah pada alatnya nanti bisa terlihat positif dan negatif nya dengan garis yang nampak, seperti test pack,” ujar dr. Karyanti.
Walaupun mudah dan praktis, tapi perlu diingat bahwa alat ini bukan untuk penggunaan mandiri di rumah, ya.
Sebaliknya, alat ini dirancang untuk digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan. (*)
(Maria Ermilinda Hayon/Melissa Tuanakotta)
Artikel ini telah tayang di NOVA.id dengan judul Canggih! Kenalkan, Indonesia Kini Punya Alat Deteksi DBD sejak Dini