TRIBUNJUALBELI.COM - Masalah rumah sempit tak melulu seputar pengelolaan tata interior ruang.
Perkara panas dan pengap adalah masalah lain yang seringkali muncul di hunian mungil.
Terlebih lagi rumah berada di kawasan yang beriklim tropis lembap seperti Indonesia ini, pemilik rumah tentunya harus akrab dengan masalah cuaca panas.
Penggunaan AC dan merenovasi rumah secara besar-besaran, dianggap menjadi solusi yang pas untuk membuat rumah terasa sejuk.
Padahal, penggunaan AC malah membuat biaya listrik di rumah membengkak.
Merenovasi rumah juga hanya akan menguras kocek lebih dalam.
Tanpa hal-hal tersebut, kesan sejuk di dalam ruangan dapat tercipta.
Kesalahan desain dalam membangun rumah mungil terletak pada persoalan sirkulasi udara.
Bila suhu di luar rumah jauh lebih panas, yang perlu kamu lakukan adalah mengondisikan suhu dalam ruang tetap pada suhu ideal tersebut.
Supaya rumah mungil tetap sejuk dan nyaman, caranya dengan menerapkan 3 jurus jitu berikut.
1. Hadirkan ventilasi di bagian plafon
Layaknya manusia, rumah juga butuh bernapas.
Ia perlu mengeluarkan udara panas yang ada di dalam ruang ke area luar, kemudian mengganti udara tersebut dengan udara baru.
Berdasarkan sifatnya, udara akan bergerak dari tempat yang lebih dingin menuju tempat yang lebih panas.
Artinya, ketika udara memasuki rumah melalui pintu atau jendela, maka ia akan mencari tempat yang bersuhu panas, yakni plafon.
Ketika udara panas berkumpul di area plafon maka ia membutuhkan media untuk keluar ruangan.
Karena itu, wajib buat Anda menghadirkan celah atau lubang di area atap supaya udara yang mengumpul di langit-langit dapat keluar dengan leluasa dan ruang pun menjadi sejuk.
2. Perbaiki layout ruang
Sisi rumah yang menghadap barat pasti akan terpapar sinar matahari lebih banyak ketimbang sisi rumah bagian timur atau selatan.
Wajar, bila ruang di sisi barat ini akan terasa lebih panas dibanding ruang ruang lainnya.
Masalah ini bisa dihindari bila kita bisa mengelola ulang tata ruang.
Bila dimungkinkan, hindari meletakkan ruang yang kerap didiami pada malam hari di sisi barat rumah.
Misalnya ruang tidur sebaiknya diletakkan di sisi timur, karena lebih banyak digunakan di malam hari.
Begitu juga dengan ruang keluarga, atau area yang sering digunakan untuk kumpul keluarga.
Pengelolaan ulang ruang ini dapat mengurangi rasa panas yang masuk menembus dinding rumah.
Ingat cara ini bisa dilakukan bila memungkinkan, bila tidak bisa gunakan tip selanjutnya.
3. Gunakan barang elektronik sesuai kebutuhan
Setiap peralatan elektronik yang berhubungan dengan sumber listrik akan mengeluarkan panas.
Meskipun kontribusinya tidak besar, tanpa kita sadari barang-barang tersebut membuat suhu ruang meningkat.
Namun masalah ini dapat disiasati dengan penggunaan barang-barang elektronik sesuai kebutuhan.
Misalnya, tidak membiarkan monitor komputer atau TV dalam keadaan menyala saat tidak digunakan.
Selain itu, kamu juga bisa beralih untuk menggunakan barang-barang elektronik yang ramah lingkungan.
Saat ini barang elektronik yang ramah lingkungan sudah banyak dijual di pasaran, seperti lampu LED yang mengklaim tidak panas ketika disentuh. (*)
Artikel ini sudah tayang di laman Idea.grid.id pada tanggal 16 Januari 2019 pukul 20:00 WIB, dengan judul "Tetap Adem Tanpa AC, Ini 3 Jurus Jitu Usir Panas di Rumah Mungil "