TRIBUNJUALBELI.COM - Berkaitan dengan keuangan, kehidupan generasi milenial yang lahir di kisaran tahun 1983 hingga awal 2000-an memang penuh tantangan.
Kita yang lahir di era ini tentu perlu waspada.
Namun tenang, dikutip dari Kompas.com, seorang ahli keuangan, Suze Orman pun mengingatkan beberapa hal supaya generasi milenial tidak melakukan kesalahan keuangan dalam hidupnya.
“Saya bisa duduk di sini dari sekarang sampai selamanya dan memberi daftar apa saja yang mesti dilakukan dan jangan dilakukan," kata Suze, dikutip Kompas.com dari CNBC.
Yuk kita simak bersama, berikut adalah empat kesalahan utama pengelolaan keuangan yang biasa dilakukan generasi milenial.
1. Membeli rumah karena merasa harus
Konon menurut Orman, kalau kita tidak mampu membeli rumah, kita tak perlu merasa stres.
Sebab, menyewa rumah pun tak akan jadi masalah.
Apalagi, kalau kita tinggal di kota besar dengan biaya hunian tinggi.
“Saya tahu banyak yang berpikir kunci kekayaan adalah membeli rumah, melunasinya, dan memiliki rumah sendiri.
Memang masuk akal, tapi kadang-kadang hal itu tergantung di mana kita tinggal.
Mungkin akan lebih masuk akal untuk hanya menyewa," jelas Orman.
Kalau tinggal di daerah yang mahal, Orman malah menyarankan kita untuk menginvestasikan uang di pasar saham sebagai gantinya.
2. Jangan habiskan waktu untuk tampil mengesankan
Di era media sosial seperti sekarang, kita seolah-olah merasa terbebani untuk selalu tampil mengesankan.
Yah, pengakuan dari lingkungan sosial memang penting, tapi hal itu tidak selalu harus membuat orang-orang terkesan dengan gaya hidup kita.
“Saya tidak akan pernah melupakan kapan aku ingin mengesankan orang yang dicintai. Terutama saya tidak punya uang, jadi apa yang saya lakukan? Saya menyewakan BMW 750iL," jelasnya.
Orman mengaku pernah melakukan banyak hal dengan mengorbankan uangnya supaya dipandang bernilai di mata orang lain.
Tapi melihat ke belakang, ia menyebut hal itu sebagai pengalaman paling bodoh yang pernah ia lakukan dengan uangnya.
3. Jangan asal percaya penasihat keuangan
Sebagai sosok yang membantu kita mengatur keuangan dan membuat keputusan yang baik, penting bagi kita untuk memastikan bahwa kita bekerja dengan orang yang dapat dipercaya.
Kita harus selalu memastikan penasihat keuangan kita memiliki kewajiban hukum untuk bertindak demi kepentingan terbaik kita sebagai klien.
4. Jangan meminjam uang bersama-sama
Kalau kita melakukan pinjaman bersama dengan pihak lain, tentu kita harus sama-sama bertanggung jawab membayar utang tersebut.
Nah, jika orang yang meminjam uang bersama kita ini gagal melakukan pembayaran, hal ini dapat membuat kita terlilit utang.
Orman juga menyarankan supaya kita tidak menjadi “bank” sekalipun pada teman atau kerabat.
"Jangan meminjamkan uang kepada siapa pun," katanya.
Kalaupun kita mau membantu seseorang, selalu sadari kemungkinan bahwa kita bisa saja tidak akan melihat uang itu lagi, atau setidaknya, tidak semuanya.
Demi keuangan yang lebih baik, jangan takut untuk mengatakan “tidak” kepada orang lain dan katakan “ya” untuk diri sendiri.
Jadi, kalau kita ingin cepat kaya, jangan pernah lakukan 4 kesalahan keuangan ini, ya! (*)
(Putri Syifa)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Millenial, Jangan Lakukan 4 Kesalahan Keuangan Ini".