TRIBUNJUALBELI.COM - Ketika berkendara tekanan angin pada ban adalah hal yang penting untuk diperhatikan.
Kenyamanan berkendara dan cengkeraman ban yang baik bisa diwujudkan saat tekanan ban dalam kondisi ideal.
Agar presisi, proses pengisian angin tidak bisa pakai feeling dan perlu terukur dengan bantuan indikator tekanan angin.
Apakah tekanan angin ban perlu disesuaikan sesuai musim yang berjalan?
“Supaya ban lebih menapak di jalan saat hujan, triknya bisa dengan mengurangi tekanan ban angin sekitar 2-3 Psi dari standarnya,” buka Harry Anggi, mekanik bengkel R59 Racing di Ciputat, Tangerang Selatan.
Contohnya, jika tekanan ban depan 30 Psi dan belakang 34 Psi dalam kondisi normla, maka saat musin hujan dikurangi menjadi 28 Psi dan 32 Psi.
Dengan mengurangi tekanan angin, hasilnya tapak ban yang bersentuhan dengan aspal menjadi semakin besar.
Kalau tekanan angin ban terlalu besar, efeknya malah membuat ban kehilangan traksi dan terasa licin terutama di jalanan basah.
“Sebelum memutuskan untuk mengurangi tekanan ban, sesuaikan juga dengan kondisinya. Apakah berkendara sendiri atau bawa barang/penumpang,” lengkapnya.
Kalau ada barang dan penumpang otomatis tekanan ban perlu lebih besar, sehingga lebih baik tetap ikuti tekanan ban angin rekomendasi pabrikan.
Terakhir, periksa juga kondisi kembangan ban dan ganti apabila terdeteksi mulai aus.
Tentu hal ini untuk mejingkatkan rasa aman saat digunakan sewaktu hujan. (*)
(Motorplus.gridoto.com/Arseen)
Artikel ini sudah tayang di laman Motorplus.gridoto.com pada tanggal 15 November 2018 pukul 10:32 WIB, dengan judul "Tekanan Angin Ban Motor Harus Dikurangi Saat Musim Hujan, Supaya Apa?!"